Connect with us

Ojol dan Anak SMP Babak Belur Dibogem Oknum Anggota TNI

HUK-RIM

Ojol dan Anak SMP Babak Belur Dibogem Oknum Anggota TNI

Ratusan pengemudi (driver) ojek online (ojol) mengepung markas Polsek Pamulang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (9/01/2022).

Kehadiran mereka bertujuan untuk mengantar temannya sesama driver ojol, yang berinisial Pur (50) untuk melaporkan peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.

Menurut keterangan dari saksi yang tidak mau disebutkan namanya, seorang oknum anggota TNI yang mengendarai mobil bermerek Nissan Grand Livina, memukul seorang pengendara motor Honda Vario yang berprofesi sebagai driver ojol beserta anaknya F (15), di Jalan Mujair depan Perumahan bazoori, Pamulang, Tangsel pada Minggu (9/01/2022) sore pukul 17.00 WIB.

Kejadian tersebut bermula dari pelaku yang terpancing emosinya, karena disalip oleh pengendara motor.

“Disalip, tapi ngga kena, ngga ada yang lecet sama sekali. Namanya juga jalan sempit ya, nyalip-nyalip pake motor. Kepancing emosi, berhenti didepan korban, turun langsung digebukin si bapak. Anak nya mau misahin malah ditonjok juga,” ungkapnya.

Saat di tempat kejadian perkara (TKP), lanjut saksi, warga sempat tidak berani karena badan pelaku besar.

“Dia (pelaku) selalu bilang ‘kalian ngga ada urusan’. Warga juga takut karena badannya gede. Ini mah penganiayaan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu pengendara motor lain yang menyaksikan kejadian dari belakang, AZ (34) membenarkan bahwa sama sekali tidak ada kerusakan pada mobil. Terjadinya pemukulan oleh oknum TNI tersebut, dimungkinkan karena saling bertatapan mata.

“Saya pas dibelakang pak Pur, pengendara mobil turun, tau-tau langsung datangin pak Pur, ditonjok pak Pur nya. Ngga ada serempetan, cuma karena tatap-tatapan emosi lah dia (pelaku). Dia mukul dua kali ke pak Pur, anaknya niat misahin dipukul juga sekali,” urainya.

AZ juga sempat melerai pemukulan tersebut, dikarenakan korban berdarah, terlebih lagi, melihat anak dari korban yang masih remaja. Diketahui, anak korban masih duduk di bangku SMP.

Dari kejadian tersebut, korban yang berprofesi sebagai ojek online mengalami luka dibagian dahi. Sedangkan anaknya luka dibagian pelipis mata.

“Bapaknya robek dibagian dahi, kalau anaknya robek dibagian pelipis. Kasian, anaknya masih kelas tiga SMP,” cetusnya.

Sementara, Pur mengungkapkan, saat tahap mediasi bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) Angkatan Laut (AL) dan Garnisun, kasus pemukulan tersebut akan dilanjutkan ke Meja Hijau.

“Tolong rekan-rekan membubarkan diri biar situasi ini kondusif. Proses ini akan berlanjut, tidak ada kata damai,” tegasnya.

Setelah pelaku diamankan oleh beberapa personil Polisi Militer (PM), massa ojol yang diperkirakan 200 orang, membubarkan diri pada pukul 23.50 WIB. (Eno)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top