Connect with us

Warga PKT Gelar Demo, Lurah: Salah Sasaran

Info Tangsel

Warga PKT Gelar Demo, Lurah: Salah Sasaran

Lurah Pondok Kacang Timur (PKT) Murtado, angkat bicara mengenai aksi demonstrasi yang dilakukan warga Kampung Bulak, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, pada Senin (18/4/2022) kemarin.

Murtado menyebut bahwa orang-orang yang melakukan demonstrasi kebanyakan bukan dari warga Pondok Aren. Terlebih lagi, banyak pendemo yang membawa anak dibawah umur.

“Ini sudah menyalahi aturan demonstrasi, surat ijin adakan demo juga tidak ada,” katanya saat ditemui Tangseloke.com di kantor Kelurahan PKT, Jumat (22/4/2022).

Menurut Murtado, demonstrasi tersebut blunder atau salah sasaran.

“Banner menolak saya jadi Lurah itu alasannya apa? Kan saya sudah menjalankan tugas saya sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Murtado mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan tugas dan kewajibannya, karena pihaknya sudah melakukan mediasi antara warga yang tinggal selama puluhan tahun tersebut, dengan Edy Leo, pemilik sah atas lahan sekitar 1,8 hektar.

“Saya juga sudah membela hak warga yang memakai lahan tersebut. Saya sudah katakan kepada Pak Edy Leo untuk memberikan uang kerahiman terlebih dahulu, dan jangan ada pembongkaran sebelum lebaran,” jelasnya.

Murtado juga mengatakan, pihaknya sudah memastikan atas kepemilikan tersebut adalah Edy Leo, karena sudah menunjukan bukti-bukti kepemilikan.

“Warga yang menolak juga sudah saya tanya pada saat mediasi. Kalau memang tanah itu miliknya, tolong tunjukan bukti-bukti kepemilikan, tapi nyatanya tidak ada yang sanggup,” terangnya.

Sementara, tokoh pemuda PKT sekaligus Aktivis Aliansi Indonesia Tangsel, Rinto mengungkapkan bahwa dirinya menyayangkan atas kegiatan aksi tersebut. Menurutnya, permasalahan tersebut antara warga dan pengembang (Edy Leo), bukan dengan Lurah PKT.

“Saya warga sini (PKT), saya juga ada di lokasi saat demo. Masalahnya kan dengan pengembang, kok malah Pak Lurah yang jadi sasaran,” ungkapnya.

Rinto menegaskan, dari aksi demonstrasi tersebut, perlunya pihak pengembang meluruskan atas apa yang terjadi. Karena jika dibiarkan akan menjadi bola liar dan Lurah PKT akan selalu di kambing hitamkan.

“Pak Lurah sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Saya tau beliau orangnya jujur. Ini yang perlu dimintai pertanggung jawaban pihak pengembang. Saran saya, harus cepat menyelesaikan masalah yang belum diselesaikan. Kalau pun masalah kerahiman yang belum dibayar, ya dibayar. Kalau memang ada masalah lain, ya segera diselesaikan,” pungkasnya. (Eno)

To Top