Connect with us

Gorong-Gorong Jalan Arya Putra Banjir, RW Serua Indah Minta Gubernur Banten Tinjau Lokasi

Ciputat

Gorong-Gorong Jalan Arya Putra Banjir, RW Serua Indah Minta Gubernur Banten Tinjau Lokasi

Saluran air atau drainase di sepanjang jalan Arya Putra mendapatkan kritikan dari ketua RW 06 Kelurahan Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Abdul Aziz, ketua Rukun Warga (Rw) 06 mengkritik komitmen pemerintah Provinsi Banten untuk membenahi saluran air yang di nilai tidak berfungsi dengan baik di wilayahnya.

Menurutnya, dari jaman Tangsel masih menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang, wilayahnya selalu menjadi tempat langganan banjir lantaran drainase yang tidak pernah di sentuh oleh pemprov Banten.

“Kami minta kepada pak Gubernur agar drainase di jalan Arya Putra Serua Indah di perbaiki. Karena tempat ini selalu menjadi titik banjir. Bahkan, sempat menjadi awal mula perselisihan karena kecipratan antar pengendara dan akhirnya ribut,” terang Aziz.

Ia melanjutkan, adanya laporan kerugian terhadap warganya yang menjajakan kuliner di sepanjang jalan tersebut. Ia mengaku ikut prihatin atas usaha warga yang minim omzet sebab kondisi air yang menggenang.

“Warga saya kasihan bang. Dagangannya ngga ada yang beli di akibatkan oleh banjir. Kami berharap kepada Gubernur untuk meninjau dan membenahi saluran air di wilayah RW saya. Tolong di perbaiki pak,” pinta RW.

Ia tidak menampik, bahwa pernah ada perwakilan dinas terkait yang datang untuk memantau kondisi saluran air tersebut. Namun hanya sebatas membersihkan tumpukan sampah yang diduga menyumbat.

“Selama ini hanya di bersihkan saja. Tapi tidak di carikan solusinya aliran buangan air yang menggenang. Asal hujan sedikit saja disini sudah banjir pak gubernur,” ucapnya melalui sambungan WhatsAppnya.

Batas wilayah RW 06 Jalan Arya Putra Serua Indah yang di maksudnya adalah dari batas sekolah Dwiputra sampai dengan titik Tanah Tingal. Wilayah tersebut terkesan di anak tirikan lantaran jauh dari kantor pusat pemerintahan propinsi Banten.

“Tidak hanya kepada pak Wahidin, saya juga minta tolong kepada anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Propinsi Banten terutama dapil Tangsel untuk ikut membantu merealisasikan perbaikan gorong gorong di wilayah kami,” harap Azis, Jumat (7/5/2021).

Dikatakannya, para wakil rakyat jangan hanya bisa mengumbar janji kepada masyarakat, namun pada kenyataannya tidak kunjung ditepati.

“Janji muluk-muluk dan hingga saat ini tidak pernah di tepati. Jangan cuma menebar janji manis kepada warga di wilayah saya, pada kenyataannya 12 tahun sudah Tangsel berdiri saluran air disini masih memprihatinkan,” paparnya.

Dari pantauan media di lapangan, meski hujan tidak turun hari ini, saluran gorong-gorong persis di jalan masuk gapura Sukabakti II tidak berfungsi dengan baik. Dari warna air yang hitam pekat, hingga meluapnya air dari drainase ke jalan raya.

Teritorial pekerjaan yang seharusnya di lakukan oleh pihak Propinsi Banten masih meninggalkan kesan yang tidak baik di masyarakat. Sebut saja soal kubah di bundaran Pamulang yang sempat viral menjadi sorotan publik terkait design, kewenangan dan juga tanggung jawab dari dinas terkait. (Adt/Lang).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top