Connect with us

Rumah Makan Pecak Bu Hj. Atit Buaran Serpong, Enak Gurih Dan Nikmat Asli Tangsel

Info Tangsel

Rumah Makan Pecak Bu Hj. Atit Buaran Serpong, Enak Gurih Dan Nikmat Asli Tangsel

Nih, satu lagi referensi untuk para penikmat kuliner yang berada di sekitar Serpong ataupun Tangsel dan sekitarnya. Bisa dibuktikan, rasa pecak yang sudah berdiri sejak tahun 1995 lalu, sampai saat ini masih menjaga resep turun menurun dari orang tua terdahulu.

Sajian pecaknya pun bervariasi, seperti pecak belut atau lindung, ikan mas, ikan nila, mujaer, dan juga makanan pendukung lainnya macam sayur besan, sayur asem, tumisan, aneka pepes dan juga garang asem ayam kampung yang masih menjaga ciri khas rasa kedaerahan asli Tangerang Selatan.

Disajikan bersama lalapan, kuah bumbu olahan nenek moyang pecak ikut larut memberikan rasa gurih yang di percaya dapat menambah nafsu makan kepada para penikmat makanan berkuah.

Hj. Atit Suhartini, pemilik rumah makan pecak yang beralamat di jalan Kodiklat TNI Ampera, No 72 Buaran, Serpong, Tangsel kepada tangseloke.com mengatakan, resep yang di gunakan merupakan warisan dari orangtuanya.

“Resep ini saya dapatkan dari orang tua saya. Lama ikut bantu orang tua, kemudian orang tua saya memutuskan berhenti berjualan. Lalu saya putuskan untuk meneruskan usaha ini, dan memberikan label baru,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020)

Selain pejabat wilayah, warung sederhana ini juga digandrungi oleh anak muda dan juga staf kantor swasta. Dan umumnya permintaan pesanan mereka adalah pecak lindung. Harga yang dibadrolpun sangat terjangkau, hanya dengan Rp. 30.000 perporsinya, pelanggan bisa makan sepuasnya.

Menerima pesanan yang sudah ada dalam aplikasi online, rumah makan Hj. Atit ini bisa di kunjungi dari pukul 09.00 siang hingga pukul 16.00 sore, pada hari senin hingga sabtu. Selain hari minggu, rumah makan ini tetap buka meski hari besar.

Rohidi, salah satu pelanggan tetap rumah makan pecak Hj. Atit, mengatakan, pecak di tempat tersebut berbeda dari tempat makan lainnya.

“Iya, makanan disini beda, cobain deh. Murah, dan rasanya ngga berubah dari dulu. Udah gitu untuk nasinya tidak di hitung, mau banyak ataupun sedikit itu gratis. Cocok buat lidah saya inimah, dan keluarga sayapun doyan banget dah,” papar Rohidi. (Adt).

Continue Reading
Advertisement
To Top