Connect with us

Alasan Karena Cuaca, 6 Kontraktor Ini Tak Sanggup Selesaikan Proyek

Info Tangsel

Alasan Karena Cuaca, 6 Kontraktor Ini Tak Sanggup Selesaikan Proyek

sekolah_rusak_ilustrasiTANGSELOKE.com- Enam dari 20 Kontraktor yang telah memenangkan tender dan sedang melakukan pekerjaan pembangunan gedung sekolah maupun perkantoran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan tidak dapat menyelesaikan proyek hingga batas akhir waktu yang telah ditentukan.

Sejatinya, kontrak proyek seluruh pembangunan milik pemerintah daerah (pemda) tersebut terakhir harus diselesaikan pada tanggal 28 Desember 2013 mendatang. Sementara, sejumlah bangunan progressnya belum sampai 90 persen.

Kepala Bidang Bangunan, Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP), Muqodas menuturkan, setidaknya enam dari 20 kontraktor yang tidak akan selesai di tahun ini. Hal tersebut diyakininya usai pertemuan untuk membahas progres pembangunan yang ada di Tangsel.

“Kita setiap minggunya melakukan pembahasan kendala apa saja yang dihadapi para kontraktor. Dari rapat tersebut enam kontraktor menyatakan banyak faktor atas sikap ketidak sanggupan mereka untuk menyelesaikan proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Salah satunya, factor cuaca,” katanya di Tangsel, Senin (16/12/2013).

Sedangkan, sambung Muqodas, 14 kontraktor menyatakan, mereka sanggup untuk menyelesaikan sisa proyek sesuai dengan kontrak kerja masing-masing.

“Jika mereka tidak bisa menyelesaikan dan tidak sanggup untuk menyelesaikan, Kita akan mem-blacklist-nya,” tandasnya.

Menurutnya, hingga hari ini progress pembangunan SD Rawa Buntu 1 baru mencapai 30 persen. Sementara, untuk pembangunan SDN Cilenggang 2, progressnya baru mencapai 60 persen serta SDN Rawa Buntu 3 progressnya baru 90 persen. “Kalau Rawa Buntu tiga saya optimis ini akan selesai,” katanya.

Diketahui, enam kontraktor yang tidak sanggup menyelesaikan proyek pembangunan SD di antaranya, PT Surtini dengan proyek pembangunan SDN Negeri Rawa Buntu 1 dengan anggaran senilai Rp5,8 miliar dan SDN Cabe Ilir 1 dan dua yang dikerjakan CV Farhan Banten dengan nilai Rp4,9 miliar. (sumber: SINDOnews)

Continue Reading
Advertisement
To Top