Connect with us

Arbi Sanit Sebut: Ada Kepentingan Dinasti di Pilkada Kota Tangerang

BANTEN OKE

Arbi Sanit Sebut: Ada Kepentingan Dinasti di Pilkada Kota Tangerang

airin_zaki_ariefTANGSELOKe.com- Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, putusan sela Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilkada Kota Tangerang diduga kuat adalah bagian dari kepentingan dinasti politik Banten.  Sebab, secara garis politik, antara dinasti politik Banten dan kubu pasangan salah satu penggugat memiliki kesamaan.

Menurut Arbi, dalam iklim demokrasi  modern seperti sekarang, salah satu pintu masuk membangun dinasti politik adalah melalui penguasaan Pemilukada. Dan ini terbukti ketika salah satu tersangka yang ditangkap KPK,  tersangkut suap dalam pengurusan sengketa Pemilukada Lebak di mana pasangan yang menggugat juga sama-sama dari satu partai.

“Karena itu saya setuju agar putusan MK untuk Kota Tangerang perlu juga diselidiki, karena tidak menutup kemungkinan ada hal – hal seperti suap di balik itu. Apalagi keputusannya yakni putus sela,” katanya, kemarin.

Menurut dia, banyak kepentingan yang ingin diperoleh dengan membangun dinasti politik. Salah satunya adalah menghegemoni kekuasaan dan bisnis yang biasanya berada di sekitar lingkaran kekuasaan.

Tanggapan masyarakat Kota Tangerang sendiri mayoritas menginginkan agar sengketa Pilkada segera tuntas.  Mereka pun berharap MK bersikap jernih saat membuat putusan akhir nanti. Yaitu menetapkan hasil Pilkada Kota Tangerang yang memunculkan Arief Wismansyah-Sachrudin sebagai pemenang. Sebab, kemenanagan itu adalah kehendak rakyat dalam memilih pemimpin masa lima tahun mendatang.

“Kami hanya rakyat kecil yang awam masalah politik. Yang kami tahu, Pak Arief sudah menang Pilkada, jadi dia yang harusnya oleh MK ditetapkan jadi pemenang,” kata Jamaludin (32), warga Kecamatan Batuceper.

Menurut pria yang berprofesi sebagai karyawan pabrik ini, sangat tidak adil, pasangan Arief Wismanyah-Sachrudin yang tidak punya kesalahan dikait-kaitkan dalam sengketa Pilkada. Malah sebaliknya, pasangan ini yang sejak awal sudah banyak didzolimi.

“Seharusnya MK melihat masalahnya secara utuh, dari awal sampai akhir,” katanya.(TN)

Continue Reading
Advertisement
To Top