Connect with us

Terjadi Ledakan Sebab Galian, PLN Bintaro Temukan Alat Gali Tanah Jenis Blencong di Proyek Bina Marga Jombang

BANTEN OKE

Terjadi Ledakan Sebab Galian, PLN Bintaro Temukan Alat Gali Tanah Jenis Blencong di Proyek Bina Marga Jombang

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPPP) Bintaro temukan alat gali tanah keras jenis blencong atau gancu pacul saat mengindentifikasi sebab putusnya aliran listrik di wilayah kelurahan Jombang kemarin.

Dampak yang di timbulkan pasca putusnya aliran listrik yang masih dalam perbaikan tersebut mengakibatkan sedikitnya ribuan rumah dari beberapa RW di kelurahan Jombang Ciputat gelap gulita sejak pukul 10.30 hingga malam hari.

Beruntung, dari 21 gardu yang terdampak dalam peta PLN Bintaro, tercatat tujuh (7) yang masih dalam perbaikan hingga tiga (3) hari ke depan sambil menunggu ijin.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Gading Aji, Manager UPPP PLN Bintaro saat di temui wartawan di kawasan Bintaro. Menurutnya, sisa gardu kemarin dapat di atasi langsung lantaran kesigapan petugas lapangan.

“Total gardu terdampak ada 21, nah dari kemarin padamnya agak lama itu ada 7 gardu. Sisanya 14 itu sudah kami recovery pada malam itu. Gardu itupun kapasitasnya beda-beda. Ada yang 200, 400, 630. Yah gambarannya itu yang 400 KVA dengan kondisi daya konsumennya 1300 sampai 2200 berarti 200 unit rumah,” papar Gading

Di temani Indramono, Asisten Manager Keuangan Umum PLN UP3 Bintaro, Gading juga menambahkan, pasca kejadian ledakan yang diduga di lakukan oleh pekerja pelaksana proyek drainase di jalan Sumatra, Jombang Rawalele.

“Jam 11.30 malam, petugas kami menemukan adanya blencong (alat gali tanah) di lokasi galian. Di tambah ada informasi dari warga sempat ada ledakan. Kemudian kami cek, memang ada kabel kami yang terkena blencong,” jelasnya

Saat di tanya waktu penormalan pasca ledakan terjadi, pihaknya mengklaim sudah melakukan langkah penormalan aliran.

Masih menurut Gading, upaya melakukan penormalan itu membutuhkan waktu agak lama. Pertama di lokasi, arus lalu lintasnya cukup padat. Karena arusnya sangat besar, ternyata titiknya bukan hanya satu.

“Setelah kami tracing, dengan menggunakan detasemen pelayanan khusus (Deansus) dimana kita bisa menarik kabel sepanjang 400 meter dengan perkiraan waktu yang di butuhkan sekitar 1 jam. Kemarin ada 2 titik yang kami lakukan. Kami meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan layanan,” tuturnya

Di katakan Gading, untuk saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak pelaksana di lapangan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kami itu patroli 24 jam. Khususnya di kawasan wilayah UP3 Bintaro. Kami sangat menyesalkan putusnya aliran listrik itu terjadi. Kedepannya kami harapkan kepada mitra kami, sebelum melakukan penggalian dapat berkoordinasi. Minimal sehari sebelum penggalian. Maka akan kami lakukan pendampingan. Kedalaman kabel kami itu sesuai standart yakni di kedalaman 110 Cm ke bawah,” jelas Gading (7/9/2023)

Terakhir Gading menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah menerima surat pemberitahuan dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel terkait pekerjaan yang di lakukan di wilayahnya.

“Kami cek sih, ada memang surat perberitahuan, tapi itu di wilayah cipocok jaya dan pabuaran. Dan pondok Aren. Beberapa pekerjaan sebelumnya selesai kok jika koordinasi. Untuk pekerjaan disini (Jombang) tidak ada,” tegasnya

Berbeda dengan keterangan pihak PLN, Widodo, kepala seksi Bina Marga pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel saat di tanya wartawan melalui sambungan WhatsAppnya menjelaskan, putusnya aliran listrik di Jombang bukan karena pihaknya. Ia menuding galian pihak PLN kurang dari 1 meter kedalamannya.

“Kan harusnya yang dipertanyakan PLN itu galinya bener apa ngga nanem kabelnya, kalau kita itu kan space untuk kedalaman drainase kurang lebih 50 cm, tapi setelah kita gali ternyata kabel pln itu enggak sedalam yang sesuai aturan 1 meter di bawah tanah, ternyata baru 30 cm aj sudah ketemu kabel, kalau kita kan ga tau posisi kabel ada di mana,” jelas Widodo

Ia menambahkan, menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN terkait pekerjaan galian tersebut. Dan sudah mendapatkan penanganan.

“Sudah sudah, itu sudah disambung sama pihak PLN. Kalau kita biar space jalannya agak lebar, jadi biar bisa dilintas mobil.
Proyeknya kurang lebih satu kilo. Rutenya dari sudut taman sampai ketemu jembatan PBI,” tandasnya (Adt)

To Top