Connect with us

Perkuat Sektor UKM, Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Dekonsentrasi Ke Provinsi Banten

BANTEN OKE

Perkuat Sektor UKM, Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Dekonsentrasi Ke Provinsi Banten

uang_miliaran_ilustrasiTANGSELOKE.com- Kementerian Koperasi dan UKM memastikan dana dekonsentrasi sebesar Rp100 miliar yang disalurkan melalui Dinas Koperasi Provinsi di seluruh Indonesia mampu menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada akhir tahun ini.

Sekretaris Kementerian (Sesmen) Koperasi dan UKM Agus Muharram mengatakan, dana Rp100 miliar yang telah dialokasikan tersebut harus dimanfaatkan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan KUKM.

“Untuk Provinsi Banten dana dekonsentrasi dialokasikan Rp1,7 miliar. Dana itu baru disetujui oleh Kemenkeu,” kata Agus Muharram didampingi Gubernur Banten H Rano Karno di Gedung Serbaguna Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (4/7/2015).

Menurut dia, kegiatan sosialisasi yang dibarengi dengan pelatihan kewirausahaan perlu terus dilaksanakan guna dorong generasi muda bisa berkembang dan mandiri.

Sedangkan bagi koperasi yang sudah ada (aktif -red), kata dia, juga didorong untuk mengembangkan usahanya dengan mengakses permodalan yang sudah tersedia.

“Koperasi bisa mengakses untuk dana bansos yaitu Rp50 juta perkoperasi,” ujarnya.

Apalagi, menurut dia, dengan penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 12 persen, maka kendala permodalan usaha sudah bisa teratasi.

“Atau bagi yang ingin di bawah perbankan (bunga kredit), LPDB juga memberikan pinjaman tentu dengan syarat tertentu. Untuk koperasi bunga diturunkan dari 9 persen menjadi 8 persen. Sedangkan untuk ritel dari 7 persen diturunkan menjadi 5 persen,” ujar Agus Muharram.

Selain itu, dia menjelaskan, beberapa program strategis untuk pengembangan KUKM yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Pertama bagi pelaku usaha mikro, kalau ingin berkoperasi, nanti biaya notaris secara gratis. Selain itu, kita fasilitasi agar pelaku usaha punya hak cipta untuk produknya. Kita fasilitasi untuk mendapatkan HAKI secara gratis. Kemudian, kita persilakan para pelaku usaha untuk mengikuti pameran di Smesco,” katanya.

Agus Muharram juga menyatakan, pihaknya menyambut baik rencana Pemerintah Kota Tangsel untuk membangun gedung Smesco Tangsel mulai awal 2016. “Kita berharap masing-masing daerah memiliki produk unggulan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, H Rano Karno mengatakan, keberadaan koperasi dan UKM sangat penting bagi perkembangan perekonomian masyarakat Banten. “Ruh provinsi Banten ada di koperasi dan UKM. Kekuatan ekonomi kita ada di UMKM,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung program kewirausahaan yang terus digulirkan bagi masyarakat luas. Termasuk memfasilitasi pelaku usaha agar memiliki hak cipta.

“Jangan sampai produk kita diklaim negara tetangga dan lainnya. Tahun depan kita sudah bersaing dengan negara-negara di ASEAN dan Asia. Jadi sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan sangat penting,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini jumlah koperasi di Banten lebih dari 6.000 koperasi. Pihaknya berharap kualitas koperasi bisa terus ditingkatkan. Ketua Pemuda Investasi Nusantara (PIN) Eki Marsal Firdaus menambahkan, pihaknya berusaha mewadahi agar pemuda bisa mandiri dan lebih kreatif dalam menyongsong MEA pada akhir 2015.

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top