Connect with us

Keranggan Jadi Proyek Percontohan Kampung UKM Digital

Tekno

Keranggan Jadi Proyek Percontohan Kampung UKM Digital

online-shopping-ilustrasiTANGSELOKE.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan kembali membuat inovasi baru, yakni pengembangan UKM berbasis digital.

Kampung Keranggan di kawasan Kecamatan Setu menjadi “pilot project” perdana gebrakan tersebut. Mengingat rata-rata masyarakat setempat adalah pelaku UKM.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel, Warman Saynudin, Kampung UKM berbasis digital ini adalah terintegrasi dengan rencana Pemkot Tangsel mengembangkan ekowisata di sepanjang bantaran Sungai Cisadane.

“Ada sekitar 200 warga di Keranggan menjalankan bisnis penganan. Seperti opak, rengginang, keripik pisang. Sebelumnya dipasarkan dengan cara tradisional difasilitasi Koperasi Cipta Boga,” katanya belum lama ini.

“Nah sekarang kita coba mendukung sistem pemasaran produk penganan tersebut dengan memanfaatkan dengan sistem teknologi, informasi dan komunikasi (TIK),” ujarnya menambahkan.

Kekuatan masyarakat setempat yang bergerak di UKM lanjut Warman, akrab disapa, menarik minat PT Telkom Indonesia untuk ikut membantu mendukung pemasaran produk UKM berbasis digital tadi.

Ia menegaskan antara Pemkot Tangsel dan pihak Telkom telah menandatangani nota kesepahaman dengan judul program  “Kampung Keranggan Goes Digital.”

Harapannya dengan memanfaatkan digitalisasi, pemasaran produk UKM di Keranggan bisa dilakukan gencar.

Dalam nota kesepahaman itu, PT Telkom sebagai pihak yang menyediakan sejumlah aplikasi untuk menjual produk tersebut. Beberapa di antaranya: BosToko, blanja.com, Jarvis-Store dan www.smartbisnis.co.id.

Berikutnya PT Telkom juga menyediakan Broadband Learning Centre (BLC) yang fungsinya sebagai sarana pendamping dan edukasi pemanfaatan internet.

Masih menurut Warman, agar program ini berkelanjutan dan mandiri, para tokoh dan pelaku UKM di Kampung Keranggan akan diberikan pelatihan dan pendampingan yang ujungnya nanti mereka-mereka disiapkan menjadi fasilitator.

“Efisiensi, efektif, tepat sasaran. Pelatihan secara terus-menerus bisa terlaksana, karena tenaga pendamping sudah ada dari warga sekitar juga,” tuturnya seraya menegaskan, upaya dukungan ini termasuk dengan melibatkan stakeholder dari kalangan akademisi, komunitas, antar-birokrasi, media dan pastinya pelaku bisnis.

Pada kesempatan itu, Direktur Entreprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaludin mengaku setuju agar Kampung Keranggan menjadi pilot project “Kampung UKM Digital” ini.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sesuai dengan program “BAGUS Indonesia” yang tengah dilaksanakan Telkom.

“Tipologi masyarakat Tangsel itu urban, sangat tepat jika program-program kerja pemerintah daerahnya mendukung inovasi dan kreatifitas warganya. Harapannya ke depan pelaku UKM bisa lebih mandiri, maju dan modern,” tandasnya.

Sesuai perencanaan, ditambahkan Awaluddin, masing-masing Divisi Regional (Divre) mempunyai satu Kampung UKM Digital. Tahun ini targetnya ada tujuh kampung Setiap kampung memiliki sedikitnya 200 pelaku UKM. Totalnya sebanyak 1.400 pelaku UKM menikmati pemasaran online.

Penandatangan nota kesepahaman diwakili oleh Dinas Koperasi dan UKM – Dinas Perindustrian Perdagangan, disaksikan langsung Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Penguatan Database

Di lain sisi, Warman menuturkan bahwa kehadiran kampung UKM digital ini sekaligus sebagai sarana dinas yang dipimpinnya melakukan penguatan database koperasi dan pelaku UKM khususnya di Tangsel.

“Dengan database TIK maka memudahkan kita juga dalam evaluasi. Bisa memantau koperasi dan pelaku UKM mana saja yang eksis dalam menjalankan organisasi koperasi,” tandasnya.

Ke depan, koperasi di Tangsel wajib memasukkan informasi seputar hasil rapat anggota tahunan (RAT)-nya. Dari situ dinas akan tahu program apa saja yang bisa sejalan dengan pemerintah, ujarnya.

“Digitalisasi ini kan sama juga seperti sensus ya.!”

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel mencatat, tahun ini pertumbuhan koperasi cukup signifikan, ada 548 koperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 444 koperasi dinyatakan aktif.

“Tangsel memang ditargetkan menjadi Kota Koperasi. Program branded-nya disitu,” tegasnya. (adv)

Continue Reading
Advertisement
To Top