Connect with us

TangselOke

SMK Kesehatan Letris Lepas 243 Lulusan dan Ucap Sumpah Asnakes

Edukasi

SMK Kesehatan Letris Lepas 243 Lulusan dan Ucap Sumpah Asnakes

Tangerang Selatan — SMK Kesehatan Letris Indonesia 2 sukses menggelar upacara pelepasan dan ucap sumpah Asisten Tenaga Kesehatan (Asnakes) bagi 243 siswa angkatan ke-11 di Gedung Widya Bakti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) pada Selasa (2/6/26).

Ketua Panitia Pelaksana, Tahsis Alam Robithoh, mengungkapkan bahwa panitia menghadapi tantangan teknis yang cukup besar karena tidak adanya kesempatan untuk melakukan gladi bersih di lokasi utama. Namun, hal tersebut berhasil diatasi melalui koordinasi yang matang di lapangan.

“Persiapan intensif kami lakukan beberapa hari sebelumnya secara maraton. Karena kendala teknis di lokasi utama, gladi bersih dialihkan ke lingkungan sekolah. Proses loading barang dan dekorasi panggung bahkan kami lakukan pada hari libur demi memastikan tata letak tetap optimal,” ujar Tahsis yang membidangi kesiswaan.

“Dedikasi tim panitia dari guru dan OSIS benar-benar melampaui waktu kerja normal demi memberikan apresiasi terbaik bagi para siswa,” tutupnya.

Pengukuhan Komitmen dan Perwujudan Visi Sekolah

Photo bersama guru SMK Kesehatan Letris

Dalam sambutannya, Kepala SMK Kesehatan Letris Indonesia 2, Tri Widiarti, menyampaikan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan pengukuhan komitmen etis bagi para lulusan.

“Ini adalah wujud syukur sekaligus pengukuhan komitmen lulusan untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan nilai kemanusiaan sebagai Asnakes. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan yang kompeten, profesional, berakhlak mulia, mandiri, dan bernalar kritis,” ujarnya yang akrab disapa Miss Widi.

Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan lewat program inovatif yang berorientasi pada pengembangan karakter dan potensi siswa.

“Setiap program dirancang sebagai pengalaman belajar yang berdampak nyata. Kami menerapkan program unggulan seperti tes diagnostik (pumping talent) untuk memetakan minat bakat siswa baru, kelas industri, kelas bilingual, hingga uji kompetensi di setiap kenaikan tingkat. Semua ini demi membangun kepercayaan diri dan pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Membuka Peluang Karier Global dan Penguatan Kemitraan

Di sisi yang sama, Bidang Humas, Ns. Seni Chistiani menegaskan bahwa para lulusan telah dibekali dengan kesiapan matang untuk menghadapi fase pasca-sekolah.

“Sesuai dengan visi sekolah, lulusan dibekali untuk siap bekerja, melanjutkan kuliah, atau berwirausaha. Saat ini, sekitar 80% alumni kami telah terserap dengan baik di dunia kerja maupun perguruan tinggi. Khusus bidang keperawatan, kami menempatkan siswa di enam jenis industri berbeda, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, daycare, hingga panti werda, agar mereka memiliki tanggung jawab dan konsentrasi yang baik di dunia nyata,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Seni, kurikulum dan ekosistem pendidikan di SMK Kesehatan Letris dirancang agar relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk membuka akses ke pasar kerja internasional.

“Sekolah secara agresif mengembangkan ‘Kelas Industri Migran’ sebagai program unggulan untuk memfasilitasi alumni yang ingin berkarier di luar negeri, khususnya Jepang dan Jerman,” terangnya.

Standarisasi Kompetensi dan Pembekalan Etika Profesi

Kesiapan para lulusan SMK Kesehatan Letris untuk langsung terjun ke industri kesehatan, mestinya didukung oleh sistem sertifikasi berlapis yang diakui secara nasional.

Pemberian Ijazah dan Pengalungan Piagam

Ketua Program Studi Keperawatan sekaligus Asesor di LSP Asnakes Indonesia, Ibu Desi Rusyanal Alfiani menjelaskan, setiap siswa wajib melewati tiga tahap uji kompetensi yang melibatkan dunia industri secara langsung, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia yang terakreditasi BNSP, dan penguji dari Caregiver Indonesia.

Desi juga menekankan bahwa prosesi “Ucap Sumpah” asisten tenaga kesehatan yang digelar bukan sekadar seremonial, melainkan pemberian komitmen etis dan spiritual.

Namun, di atas semua pencapaian teknis tersebut, ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter tetap menjadi pilar utama.

“Proses sertifikasi ini menjadi tolok ukur utama dalam menjamin kualitas lulusan agar sesuai standar kebutuhan industri kesehatan saat ini. Di sisi lain, pelayanan dengan hati dan keselamatan pasien adalah prioritas. Saya selalu mengingatkan filosofi ‘titik hitam di atas kertas putih’ kepada para alumni. Di dunia kerja, satu kesalahan perilaku atau adab dapat menutupi banyak kebaikan dan prestasi yang telah dilakukan. Oleh karena itu, karakter, sopan santun, dan penghormatan kepada orang tua adalah kunci kesuksesan jangka panjang,” tegasnya.

Testimoni Lulusan Terbaik

Penerapan disiplin akademik dan organisasi di SMK Kesehatan Letris ini terbukti melahirkan siswa-siswi berprestasi. Alexa yang merupakan lulusan dari Jurusan Keperawatan berhasil meraih predikat Juara Umum nilai ujian sekolah serta nilai tertinggi mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Ujian Satuan Pendidikan (USP).

Meskipun SMK Kesehatan Letris bukan sekolah yang ia impikan, namun berkat bimbingan dari para guru dan lingkungan pertemanan yang sehat, menjadikannya murid berprestasi.

Tak lupa, Alexa menyebutkan bahwa salah satu orang yang memiliki peran besar sehingga menjadi lulusan terbaik ialah Tri Widiarti selaku Kepala Sekolah SMK Kesehatan Letris Indonesia 2.

“Awalnya saya masuk ke sekolah ini karena arahan orang tua, tapi lingkungan sekolah sangat mendukung dari para pengajar. Dan Kepala Sekolah, Miss Widi membuat saya menemukan rasa memiliki yang kuat. Aktif di organisasi OSIS juga membentuk rasa tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan saya tanpa mengorbankan nilai akademik,” ungkapnya.

“Hubungan erat dengan teman sejawat menjadi kenangan berharga yang saya bawa saat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri pilihan saya di Malang nanti,” lanjutnya.

Alexa (kiri) Tri Widiarti (tengah) Eza (kanan)

Senada dengan Alexa, Eza yang merupakan lulusan terbaik dari Jurusan Farmasi, turut menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan oleh pihak sekolah.

Eza berhasil mencatatkan skor tertinggi pada USP Matematika serta meraih skor tertinggi dalam ujian standardisasi bahasa Inggris TOEIC.

“Kerja keras selama tiga tahun ini membuahkan hasil yang membanggakan, dan saya sangat mengapresiasi pihak sekolah yang memberikan beasiswa berupa potongan SPP atas capaian Juara Umum ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah menghargai setiap tetes keringat siswanya.

Kepada adik-adik kelasnya yang masih mengenyam pendidikan, Eza berpesan agar lebih giat dalam belajar untuk mengejar kampus yang diimpikan.

“Untuk adik-adik kelas yang masih belajar, pesan saya adalah kurangi waktu bermain, fokus pada ujian kenaikan kelas, dan mulailah mencicil materi UTBK dari sekarang agar lebih mudah menembus PTN impian,” pungkasnya.

Sebagai informasi, acara pelepasan angkatan ke-11 ini dihadiri oleh para tamu undangan strategis, termasuk komite sekolah, perwakilan struktural unit Literasi, mitra institusi seperti Stikes Banten (Stikba), serta Pengawas Sekolah Tingkat Provinsi, Ibu Tri Nining Sudiarti.

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top