Connect with us

Dinkes Gencarkan Minum TTD, Cegah Anemia pada Remaja Putri se-Kota Tangsel

Edukasi

Dinkes Gencarkan Minum TTD, Cegah Anemia pada Remaja Putri se-Kota Tangsel

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan upaya dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya dengan melakukan “Gebyar Gerakan Minum Tablet Tambah Darah” secara serentak pada remaja putri se-Kota Tangsel.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, gerakan minum Tablet Tambah Darah (TTD) ini adalah upaya intervensi spesifik dari percepatan penanganan angka stunting. Pasalnya, gerakan minum TTD hari ini yang sedang berjalan sebanyak di 34 SMP dan SMA se-Kota Tangsel.

“Gerakan minum TTD ini juga untuk mencegah kejadian anemia pada remaja. Untuk hari ini ada sekitar 10.900 TTD yang disalurkan ke 34 sekolah. Selanjutnya, nanti akan bertahap menyesuaikan remaja putri di seluruh SMP dan SMA di Kota Tangerang Selatan,” katanya dalam acara gerakan minum TTD di SMK Leo Sutrisno (Letris) Indonesia, di Lapangan SMK Letris, Jalan Siliwangi, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Jumat (29/7/22).

Allin mengatakan bahwa tidak ada kategori khusus dalam tingkatan remaja, tapi semua remaja harus minum TTD dalam seminggu sekali.

“TTD yang sedang kami gencarkan ini juga sama seperti merk-merk lain yang ada di pasaran, jadi boleh diminum merk yang lain itu, yang penting semua remaja harus minum TTD,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan

Sementara, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan bahwa gerakan minum TTD ini, guna mempersiapkan generasi yang unggul pada calon-calon ibu agar mempunyai anak yang sehat pada masa kehamilan.

“Cepat atau lambat mereka akan menikah, jadi salah satu cara upaya kita ya melakukan ini, karena anemia adalah salah satu kasus yang cukup meresahkan pada masa kehamilan dan berpengaruh pada tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Pilar berharap, program ini bisa menyeluruh karena pihaknya saat ini sedang menangani penurunan angka stunting di Kota Tangsel.

“Salah satu caranya ya kita masuk ke sekolah-sekolah, agar kualitas kehamilan kita antisipasi sejak dini. Kasus stunting di Kota Tangsel saat ini ada diangka 19 persen, walaupun masih dibawah rata-rata Provinsi Banten, tapi target kita dalam beberapa waktu ke depan kita akan tekan sampai 14 persen,” ungkapnya.

Pilar juga menganjurkan kepada masyarakat Kota Tangsel, untuk rutin mengecek kondisi darahnya di puskesmas terdekat.

“Karena kan sekarang untuk kesehatan semuanya gratis, bisa minta ke puskesmas obat anemia. Ada juga program leader sehat, ini kan door to door, terima dan ikuti, karena itu kan mengecek tensi darah, ya itu untuk antisipasi sejak dini. Ini penting untuk wanita, jangan sampai stunting karena anemia,” pungkasnya.

Sedangkan, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Letris Indonesia 2, Widi mengungkapkan bahwa pencegahan anemia pada remaja putri itu sangat penting, karena remaja putri yang sehat merupakan komponen utama pembangunan SDM, dan masa remaja adalah masa pembelajaran.

“Dalam belajar kan butuh konsentrasi, kalau menderita anemia pastinya mengalami letih, lesu, mudah pingsan, susah konsentrasi dalam belajar serta berdampak pada kreativitas dan produktifitasnya,” jelasnya.

Menurut widi, pentingnya remaja putri mengonsumsi TTD karena remaja putri sudah memasuki masa menstruasi (kehilangan darah rutin dalam jumlah cukup banyak). Untuk itu tablet penambah darah dibutuhkan untuk mengatasi atau mencegah anemia.

Dalam gerakan minum TTD, Widi menyebutkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Dinkes Tangsel dalam mendistribusikan TTD seminggu sekali untuk 623 siswi yang ada di SMK Kesehatan Letris Indonesia 2.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Kesehatan dan Pemkot Tangsel karena telah peduli dengan kesehatan remaja putri dengan terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pelayanan kesehatan dengan mendistribusikan secara rutin TTD di SMK Kesehatan Letris Indonesia 2,semoga dengan adanya program ini akan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan remaja putri minum TTD.
Untuk remaja putri, rutinlah dalam mengonsumsi tablet tambah darah sesuai kebutuhan masing-masing, agar kedepannya memiliki generasi penerus yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Salah satu siswi SMK Kesehatan Letris Indonesia 2, Fitri kelas XI Keperawatan 3 mengungkapan, mengkonsumsi TTD adalah anjuran yang sangat baik dan bermanfaat, walaupun setelah minum TTD dirinya merasa agak mual dan merasa ada yang ganjal.

“Tapi 1-2 hari sudah biasa lagi. Kalau ada yang ngeganjal, apa mungkin tenggorokan saya yang kecil kali ya,” ucapnya dengan gelak tawa.

Kemudian, Fitri juga mengatakan bahwa pihak sekolah selalu menganjurkan untuk minum TTD dalam seminggu sekali.

“Ya, guru-guru sering nganjurin kita. Efek nya berasa, pastinya menambah darah kita, nambah imun tubuh, jadi tetap fit dan gak merasa pusing, terus kata guru aku juga kalau minum tablet ini bisa mempercantik diri, kulitnya jadi mulus gitu,” terangnya. (ADV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top