Connect with us

Dianggap Merepotkan, Program Mudik Gratis Sepi Peminat

Info Tangsel

Dianggap Merepotkan, Program Mudik Gratis Sepi Peminat

mudik_motor18.143.23.153- Program mudik gratis bagi pemudik sepeda motor yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini kurang diminati warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga dua hari menjelang pemberangkatan, baru 50 peserta mendaftar dari kuota yang disediakan sebanyak 360 peserta.

Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangsel, Wijaya Kusuma membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, program yang telah bergulir hampir tiga pekan di wilayahnya itu masih minim peminat.

“Saya juga bingung, padahal pengumumannya sudah disebar dimana-mana,” terang Wijaya, Rabu (31/7).

Diterangkannya, pada program mudik gratis bagi pemudik sepeda motor oleh Kemenhub tahun ini ada 13 daerah tujuan di pulau Jawa dan Sumatera. Ke-13 daerah tujuan tersebut yakni Lampung, Cirebon, Tegal, Magelang, Jogjakarta, Wonogiri, Tasikmalaya, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Purwokerto, Solo dan Semarang.

“Pesertanya sampai hari ini saja belum ada setengahnya. Dari 360 peserta baru 50 yang mendaftar,” jelasnya.

Keengganan mengikuti program mudik gratis seperti diakui Dian, 32, warga Serpong. Sebelumnya, dirinya sempat datang ke kantor Dishub Kota Tangsel untuk mendaftar mudik gratis dengan tujuan Purwokerto, Jawa Tengah.

Namun rencana tersebut urung dilakukan dengan alasan ia menilai kegiatan demikian justru malah merepotkan pemudik. Pasalnya, selain proses pemberangkatan dilakukan di pool bus PPD Klender, Jakarta Timur, waktu pemberangkatan antara pemudik dengan kendaraan juga tidak berbarengan.

“Kan repot banget, dari Serpong jauh-jauh nganter motor terus besoknya balik lagi untuk ikut bus ke kampung. Kenapa pemberangkatan ngga dari masing-masing daerah baru kumpul di satu titik tertentu,” keluhnya.

Ditambah lagi, sampai tiba di daerah tujuan peserta harus mengambil kendaraannya ke kantor Dishub setempat. Dian juga menyangsikan kondisi kendaraannya karena dalam perjalanan diangkut bersama kendaraan pemudik lain dalam satu truk.

“Mendingan bawa motor sendiri saja, bensin paling habis berapa. Udah gitu juga perjalanan ke kampung saya cuma 8 jam,” ketusnya. (mt/ok)

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top