Info Tangsel
SPMB Pelita Bangsa Pamulang 2027/2028 Resmi Dibuka, Tawarkan Tahfiz, Kampung Inggris dan Sertifikasi Microsoft
TANGERANG SELATAN – Perguruan Pelita Bangsa (Global Islamic School) Pamulang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028 mulai 1 November 2026. Mengusung penguatan karakter dan pendekatan pembelajaran aktif, lembaga pendidikan yang menaungi jenjang SD, SMP, dan SMA ini menawarkan sejumlah program unggulan yang memadukan pendidikan akademik, nilai-nilai keislaman, penguasaan bahasa asing, hingga keterampilan teknologi digital.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan kemampuan bahasa Inggris melalui kerja sama dengan Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun budaya berbahasa di lingkungan sekolah melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik komunikasi dalam kegiatan sehari-hari.
Perwakilan Kampung Inggris menilai, langkah Yayasan Pelita Bangsa Pamulang tersebut merupakan terobosan positif dalam pengembangan pendidikan bahasa di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak cukup hanya dipelajari melalui buku teks dan penjelasan di dalam kelas. Siswa membutuhkan lingkungan yang mendukung agar materi yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung.
“Ini merupakan langkah yang berani dan patut diapresiasi. Kami melihat Perguruan Pelita Bangsa memiliki komitmen untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendorong praktik berbahasa, bukan hanya pembelajaran yang berhenti pada teori di dalam kelas,” ungkap perwakilan Kampung Inggris.
Ia menjelaskan, pembiasaan berbahasa akan dimulai dari para guru dan tenaga pendidik, kemudian dikembangkan melalui interaksi antarsiswa dalam berbagai aktivitas sekolah.
“Belajar bahasa akan lebih mudah ketika siswa terbiasa menggunakannya. Karena itu, yang ingin kami bangun adalah sebuah lingkungan atau atmosfer berbahasa, dimulai dari guru, kemudian berkembang menjadi kebiasaan komunikasi di kalangan siswa,” jelasnya.
Ia berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di Perguruan Pelita Bangsa.
“Harapannya, ini bukan sekadar program sesaat, melainkan menjadi gerakan pendidikan yang konsisten. Kami ingin Perguruan Pelita Bangsa dapat berkembang menjadi salah satu pelopor pembelajaran bahasa berbasis praktik di kawasan Pamulang,” tambahnya.
Ketua Perguruan Pelita Bangsa, Drs. H. Muhammad Badrus, menyampaikan bahwa pembukaan SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai program pendidikan yang disiapkan untuk peserta didik.
Menurutnya, Perguruan Pelita Bangsa berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, memperkuat pemahaman agama, serta membekali siswa dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.
“Mulai Tahun Ajaran 2027/2028, kami menawarkan sejumlah program unggulan bagi peserta didik. Kami ingin pendidikan di Perguruan Pelita Bangsa tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik, tetapi juga memberikan penguatan tahsin, tahfiz, bahasa Inggris, serta keterampilan teknologi,” ungkap Drs. H. Muhammad Badrus.
Ia menjelaskan, salah satu program yang disiapkan adalah TAUD (Tahfiz Anak Usia Dini), yakni pendidikan bagi anak usia dini dengan sistem pembelajaran full day hingga pukul 17.00 WIB.
Program tersebut diarahkan untuk membangun kedekatan anak dengan Al-Qur’an sejak dini, sekaligus membiasakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program TAUD, kami ingin memberikan ruang pendidikan bagi anak-anak sejak usia dini agar terbiasa mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, mengenal ibadah, serta membangun karakter dan adab yang baik,” jelasnya.
Selain TAUD, penguatan kurikulum juga diterapkan pada jenjang SD, SMP, dan SMA melalui penambahan muatan lokal berupa tahsin, tahfiz, dan bahasa Inggris.
Dalam pengembangan kemampuan bahasa asing, Perguruan Pelita Bangsa menjalin kerja sama dengan Kampung Inggris dari Pare, Kediri. Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran bahasa Inggris yang lebih aktif dan aplikatif.
Sementara untuk jenjang SMA, sekolah juga menghadirkan program pengembangan kompetensi teknologi informasi melalui kerja sama dengan Microsoft.
Melalui program tersebut, siswa mendapatkan kesempatan mengikuti pembelajaran yang dipersiapkan untuk mendukung sertifikasi MOS (Microsoft Office Specialist).
“Kami ingin anak-anak memiliki bekal yang lebih luas. Karena itu, khusus siswa SMA, kami juga menyiapkan program sertifikasi Microsoft Office Specialist agar mereka mempunyai kompetensi dalam penggunaan aplikasi perkantoran. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja,” papar Badrus.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan, Perguruan Pelita Bangsa juga menyampaikan perhatian terhadap aspek perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah.
Pihak perguruan turut menyediakan layanan sewa laptop dengan skema kepemilikan bagi siswa. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan perangkat pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan keterampilan digital peserta didik.
“Kami juga memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan siswa selama mengikuti pendidikan. Karena itu, program perlindungan siswa menjadi bagian dari layanan yang kami siapkan. Selain itu, tersedia pula fasilitas sewa laptop dengan skema menjadi hak milik bagi siswa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pelita Bangsa, Yus Sukria, SE, MM, berharap berbagai program yang dikembangkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Perguruan Pelita Bangsa.
Menurutnya, pengembangan sekolah membutuhkan komitmen dan kesinambungan program agar manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik dalam jangka panjang.
“Kami berharap seluruh program unggulan yang telah disiapkan ini dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Tujuan kami adalah menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk generasi berkarakter Islami, memiliki pengetahuan, serta menguasai keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan,” ujar Yus Sukria.
Ia juga berharap kerja sama dengan berbagai mitra pendidikan, termasuk Kampung Inggris dan Microsoft, dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta memberikan nilai tambah bagi peserta didik.
“Harapan kami, Perguruan Pelita Bangsa dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat. Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan yang menggabungkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai agama, dan kemampuan praktis,” tambahnya.
Untuk mendukung program pendidikan anak usia dini, materi publikasi SPMB Perguruan Pelita Bangsa juga mencantumkan sejumlah fasilitas pendukung program TAUD, di antaranya layanan daycare, pendampingan guru tahfiz dan tenaga pengasuh anak, makan siang, snack sore, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Selain itu, terdapat pembiasaan ibadah harian, program hafalan Al-Qur’an intensif, serta penguatan karakter Islami.
Dalam rangkaian promosi penerimaan murid baru, Perguruan Pelita Bangsa juga menawarkan kesempatan memperoleh umrah gratis dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Perguruan Pelita Bangsa beralamat di Jl. H. Nursaid No. 23, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Melalui berbagai program tersebut, Perguruan Pelita Bangsa berharap dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi orang tua yang menginginkan perpaduan antara pendidikan akademik, pembentukan akhlak, penguatan Al-Qur’an, kemampuan bahasa asing, dan keterampilan teknologi bagi putra-putrinya.(Adt)
Baca Juga:
- Kolaborasi Tim Microsoft dan Sekolah Pelita Bangsa Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital
- Duo Wartawan Luncurkan Buku “Pedoman Praktis Bahasa Berita”
- Deliar Noer: Awalku Masuk ke HMI
- Kelas Pengayaan atau Beban Baru,? Menyoal Pungutan di SMP Negeri Tangerang Selatan
- Resmikan Gedung Baru, EV Language Scholarship Buka Empat Kelas Bahasa Asing
