Connect with us

Di Bulan Ramadhan RSU Tangsel Berbagi Tips Pemenuhan Gizi Seimbang Dalam Berpuasa

RSU Kota Tangerang Selatan

Info Tangsel

Di Bulan Ramadhan RSU Tangsel Berbagi Tips Pemenuhan Gizi Seimbang Dalam Berpuasa

Dalam menyambut bulan suci ramadhan rutinitas tahunan untuk seluruh umat muslim di dunia adalah berpuasa sebulan penuh lamanya, dan tentunya dalam berpuasa pemenuhan gizi seimbang juga harus terjaga agar imun tubuh tetap stabil dalam menjalankan ibadah puasa.

Dokter spesialis gizi dr. Dian Permatasari, M.Gizi, Sp.GK,

Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel dalam pelayanannya di masyarakat, berbagi tips pola hidup sehat saat melaksanakan puasa ramadhan. Seperti yang dijelaskan oleh Dokter spesialis gizi dr. Dian Permatasari, M.Gizi, Sp.GK, saat melaksanakan puasa, umat Muslim hanya diperbolehkan makan dan minum sebelum muncul fajar hingga tenggelamnya matahari.

*Saat Berpuasa*

Menurut dia, saat puasa pun harus ada gizi yang seimbang, kalori yang masuk juga harus sama saat tidak berpuasa. “Waktunya aja nih yang diatur, pada saat sahur makan besar menjelang imsak masih bisa mengkonsumsi buah-buahan, makanan yang tinggi serat supaya memiliki rasa kenyang yang lebih lama sehingga lebih kuat dalam menjalankan puasa, kemudian air putih juga dibutuhkan tiga gelas saat sahur,” terang Dian saat dimintai keterangan oleh pers di kantor RSU Tangsel, Gedung 1 lantai 5, Jalan Padjajaran, Pamulang, Tangsel Selasa (13/04/21).

Adapun menu makanannya sebelum menjalankan ibadah puasa, sesuai dengan anjuran kesehatan. Pada saat sahur tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan, dan hindari minuman manis karena kadar gula cepat turun dan rasa lapar bisa cepat timbul atau hipoglisemia.

Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh di siang hari. Makanan sumber karbohidrat kompleks (nasi, kentang, roti, bihun, jagung, umbi) dan protein hewani tinggi (telur, ikan, daging merah, daging ayam, dan protein nabati seperti tahu atau tempe) dan makanan tinggi serat (sayuran dan buah-buahan) sangat baik untuk dikonsumsi sebagai penyedia energi jangka panjang.

Untuk menjaga cairan dalam tubuh, dianjurkan untuk menutup sahur dengan satu gelas susu dan dua sampai tiga gelas air putih. Perolehan energi yang disarankan adalah 40-45 persen dari total kebutuhan energi sehari.

Selama berpuasa, aturlah agar air yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari, seperti pada hari biasa. Caranya: minumlah 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak. Minum air tidak selalu berarti air putih semata, tetapi dapat juga berupa minuman teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

*Berbuka Puasa*

Masih menurut Dian, Dalam berbuka puasa juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi yang manis-manis terlebih dahulu sebelum makan yang berat-berat, karena tubuh selama Berpuasa tentunya akan kehilangan banyak energi.

“Pada saat berbuka puasa memang dianjurkan mengkonsumsi makanan yang manis untuk menggantikan energi yang hilang pada saat kita berpuasa. Seperti teh manis, kue- kue yang manis, atau kurma, dan pastinya jangan berlebihan dan diwajibkan dengan makan malam,” lanjutnya.

Setelah berbuka puasa, aturlah agar air yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari, seperti pada hari biasa. Caranya: minumlah 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak. Minum air tidak selalu berarti air putih semata, tetapi dapat juga berupa minuman teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Komposisi makan saat berpuasa sebaiknya adalah 40 persen saat sahur yang terdiri dari 30 persen makan besar dan 10 persen makan kecil; 50 persen saat berbuka puasa dengan komposisi 10 persen makan manis, 30 persen makan besar, dan 10 persen makan kecil; serta 10 persen makan kecil setelah salat Tarawih.

*Olahraga Di Bulan Puasa*

Dalam menjalankan ibadah puasa bukan berarti rutinitas olahraga juga berhenti, bagi yang sudah terbiasa tidak akan mempengaruhi gizi tubuh, disarankan tetap barus dilakukan, namun jadwalnya saja yang perlu diatur ulang, adapun yang belum terbiasa disarankan setelah berbuka puasa.

“Untuk olahraga memang saat berpuasa bukan berarti berhenti, justru harus berjalan, tapi melakukan olahraga nya yang ringan aja. Minimal 30 menit maksimal 60 menit perhari. Kalau misalnya yang jarang melakukan olahraga tetap ingin melakukannya, baiknya menjelang buka puasa,” tandas Bu Dian Permatasari.

Perhatikan jadwal yang tepat, agar tidak mempengaruhi kadar gula sewaktu berpuasa. Alternatif waktu terbaik untuk olahraga bukan menjelang waktu berbuka, karena kondisi gula darah sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah usai salat tarawih. Jenis olahraga sebaiknya yang ringan-ringan saja. (Dh).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top