Connect with us

Dicecar Banyak Pertanyaan Oleh Mahasiswa, Begini Jawaban DPRD Tangsel

Info DPRD

Dicecar Banyak Pertanyaan Oleh Mahasiswa, Begini Jawaban DPRD Tangsel

Sebanyak 100 mahasiswa Universitas Mercu Buana antusias melakukan audensi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di ruang Paripurna DPRD, Setu, Kamis (8/12/2016).

Banyak hal yang ditanyakan para mahasiswa Mercu Buana ini. Mulai tugas fungsi DPRD, penyerapan aspirasi masyarakat atau reses yang dilakukan dewan, pengawasan tentang kebijakan kepada pemerintah daerah, terkait penyusun APBD dan pendidikan. Audensi ini berlangsung cair diselingi canda-canda segar.

Para mahasiswa dari fakultas Ilmu Komunikasi jurusan Broadcasting atau penyiaran ini ditemui Wakil Ketua DPRD, H. Saleh Asnawi dan Kiblatullah, Kasubag Kajian Hukum Perundang-undangan Sekwan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel H.Saleh Asnawi mengatakan, sebagai lembaga legislatif, pihaknya bersama Pemkot Tangsel melakukan penganggaran untuk berbagai bidang pembangunan. Dewan juga melakukan fungsi kontrol sebagai salah satu tupoksinya dengan target pembangunan berlangsung sesuai arahan yang dihendaki.

“Sebagai lembaga legislatif pihaknya bersama Pemkot melakukan penganggaran untuk berbagai bidang pembangunan. Dewan juga melakukan pengawasan atau kontrol kepada pemerintahan,” kata Asnawi.
Terkait aspirasi atau reses, Saleh Asnawi menjelaskan, jika disusun setelah melalui berbagai penjaringan aspirasi, baik oleh DPRD melalui kegiatan reses. Berbagai aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam musrembang kota.

“Dalam melakukan reses dewan turun ke wilayah masing-masing dimana mereka dipilih. Disana mereka melakukan penjaringan, bisa lewat kedai kopi, rumah ke rumah dan sebagainya. makanya, saat berbincang dari rumah ke rumah pun anggota dewan itu bekerja,” ujarnya.

Selanjutnya terkait penyusunan APBD, Saleh Asnawi menyampaikan APBD disusun sebenarnya atas usulan atau keinginan rakyat yang kemudian akan kembali lagi kepada rakyat.

“Itulah fungsi kami di dewan ini, yakni Legislasi, budgeting dan pengawasan. Dari aspirasi masyarakat itulah menjadi acuan kita dalam penyusunan APBD, kemudian kita pula yang mengontrol penggunaannya. Sehingga seluruh anggaran yang sudah kita anggarkan, bisa dilaksanakan sesuai dengan yang diinginkan dan tidak disalahgunakan,” ungkapnya.

Sementara, mahasiswi Mercu Buana Sandra mengatakan, selain tertarik mengetahui kinerja anggota dewan. Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas pembelajaran terkait aktualitas Pancasila dan tugas tupoksi DPRD.

Selain itu, tambah Sandra, anggota DPRD dinilai tinggi, seperti dapat membuat peraturan daerah dan fungsi kontrol atau pengawasan terhadap keuangan daerah. lanjut, Sandra, para mahasiswa juga ingin mengetahui sejauh mana para anggota dewan dapat menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan kepada pemerintah.

“Kami tertarik karena jam anggota dewan sangat berbeda dengan pegawai negeri. Mahasiswa juga ingin tahu bagaimana anggoat DPRD ini memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan apa saja yang sudah diperbuat,” ungkap Sandra.

Terpisah, Dosen Mercu Buana Cuntoku, SE,MM menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perkuliahan yang terkait dengan wawasan Pancasila khususnya makna sila ke empat serta pemahaman terkait tugas dan fungsi DPRD.

“Kunjungan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai implementasi materi-materi perkuliahan yang telah didapat oleh mahasiswa pada saat perkuliahan,” pungkasnya. (toid)

Continue Reading
You may also like...
To Top