Connect with us

Masyarakat Disiplin Dibentuk Sejak Dini di Tangsel

Info SKPD

Masyarakat Disiplin Dibentuk Sejak Dini di Tangsel

Mulai tahun ajaran 2016-2017, peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah dibekali dengan edukasi Pendidikan Lingkungan. Tujuannya, supaya mulai terbentuk masyarakat yang berbudaya dan disiplin sejak dini.

Implementasinya, pembekalan tersebut menjadi salah satu materi bidang pelajaran yang mulai diterapkan pada murid kelas 3 tingkat SD. Materi Pendidikan Lingkungan merupakan hasil MoU (nota kesepahaman) antara Dinas Pendidikan Kota Tangsel bersama Education Promoting Foundation (IEPF), dan didukung Japan Coorporation Agency (JICA).

Penyusunan buku guru dan siswa sudah berjalan sejak tahun 2014. Belum lama ini, pelatihan terhadap para guru dan pengawas juga telah berjalan. Rencananya, langkah demikian akan diterapkan terhadap seluruh SD yang ada di Kota Tangsel. Namun tahap awal, pelatihan pemahaman tentang buku kurikulum Pendidikan Lingkungan baru diberikan kepada pengawas di 30 sekolah.

“Dalam penyusunan kurikulum, guru dan tim kurikulum sampai harus beberapa kali ke Jepang. Sementara pelatihan secara bertahap sudah mulai berjalan sejak tanggal 2-4 Mei 2016,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah, Jumat (13/5/2016).

Secara teknis, kurikulum pembelajaran yang baru dirancang ini memang akan terus dipantau tim pengawas. Dimasukannya materi Pendidikan Lingkungan pada tingkat SD menurut Mathodah dirasa perlu. Dari sini, proses pembelajaran yang disampaikan oleh tenaga pengajar menjadi jelas, karena ada buku resmi berisi materi secara lengkap.

“Kita buat kurikulum supaya dapat melakukan proses pembelajaran secara efektif ke murid. Jadi sifatnya juga mata pelajaran pokok, bukan tambahan,” katanya.
Lewat Pendidikan Lingkungan mulai tingkat SD, kedepan Kota Tangsel lebih tertata wilayahnya menjadi kota bersih, hijau, dan berdisiplin. Kurikulum ini memiliki keterkaitan dengan kurikulum 2013. Dengan membentuk pola pengajaran karakter yang disiplin, bertanggungjawab, serta pecinta lingkungan.

“Hal ini memang sudah harus dimulai sejak SD. Hasilnya memang belum dapat dirasakan secara besar satu atau dua tahun kedepan. Tapi nanti lihat 10 atau 20 tahun berikutnya,” ucap Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Tangsel TB. Suradi.

Pendidikan Lingkungan ini dikatakan Suradi menjadi pilot project untuk mendukung Kota Tangsel yang cerdas, modern, dan religius. Dimana prosesnya dibingkai dalam edukasi lingkungan untuk membentuk kota bersih, indah berkarakter, dan hijau,” paparnya.
Kepala Seksi SD Dinas Pendidikan Kota Tangsel Yahya Sutaemi menambahkan, ada beberapa hal yang ingin dimunculkan kepada murid SD lewat materi Pendidikan Lingkungan, sebagian diantaranya buang sampah pada tempatnya, membersihkan sampah yang terserak, serta bisa mengajak keluarga untuk tertib membuang sampah.

“Sehingga pada akhirnya, diharapkan mereka bisa membawa kebiasaan itu kepada teman dan keluarganya. Nantinya pengawas diharapkan bisa membentuk budaya sekolah yang akan diterapkan. Sebab, ini tergantung supervisi oleh pengawas. Bagaimana budaya bisa diimpelementasikan dengan baik,” harap Yahya.

Realisasinya, pengawas bertugas melakukan monitoring, evaluasi, dan menentukan target apa yang harus dilakukan oleh sekolah di masing-masing wilayah binaannya. Pelatihan yang telah diberikan terhadap tim pengawas membahas dari sisi keluasan materi dan target tujuan adanya Pendidikan Lingkungan.

“Pertama kita penyamaan persepsi dahulu, karena sudah membuat buku siswa dan buku panduan guru. Bagaimana isi dari buku tersebut dan pedagogiknya yang kita samakan persepsinya,” tandasnya. (ADV)

Continue Reading
Advertisement
To Top