Connect with us

Manfaatkan Lahan Kosong, Komunitas Bank Sampah Melati Panen Caisim

Komunitas

Manfaatkan Lahan Kosong, Komunitas Bank Sampah Melati Panen Caisim

gerakan_menanamTANGSELOKE.com Pemanfaatan lahan produktif telah dicontohkan oleh warga yang tergabung dalam Komunitas Bank Sampah Melati Bersih di Jalan Swadaya RT 03 RW 06 Kelurahan Parigi Baru Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di lokasi tersebut warga memanfaatkan lahan untuk bercocok-tanam daun caisim hijau.

Walikota Airin mengatakan, pihaknya akan terus mendorong kelompok bank sampah lainnya mengikuti program serupa. Warga diajak untuk bisa memanfaatkan potensi pengolahan sampah perkotaan menjadi lahan garapan produktif. Jenis tanaman yang bisa dikembangkan pun banyak.

“Misalkan harga cabe lagi mahal, kan sayang kalau beli. Kalau menanam sendiri itu jauh lebih hemat,” ungkapnya Airin di lokasi panen raya, Kamis, 9 Juli 2015.

Walikota Airin menyarankan warga, hendaknya untuk sementara ini jenis komoditi yang ditanam tidak terlalu banyak. Alasannya, jika terlalu banyak maka dikhawatirkan tidak akan efektif.

“Kalau nanti memang sudah lebih untuk kebutuhan sehari-hari ya terserah ibu kalau mau dijual ya silahkan. Tapi tahap awal buat konsumsi pribadi saja dulu,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan – Yepi Suherman menjelaskan, wilayah ini memiliki karakter perkotaan yang tidak lepas dari keberadaan penduduk yang dulunya petani. Oleh karenanya, sekarang ini pemerintah daerah termotivasi untuk mendorong warga mau memanfaatkan lahan menjadi produktif.

“Dari hasil pengembangan, sudah dilakukan sebanyak 50 anggota bank sampah yang sudah menguji coba menanam caisim dengan menggunakan pupuk organik yang sudah dikemas dalam kantong plastik,” jelasnya.

Dari hasil yang diperoleh, sekian banyak tanaman yang dipanen, ini menandakan adanya kemauan masyarakat untuk berkreasi. Tentunya ini menjadi hal yang sangat menggairahkan untuk dikembangkan. Terlebih media pupuk organik yang digunakan untuk bertanam, tentunya ini memberikan pelajaran bahwa sampah sangat bermanfaat bila dikembangkan. (ts/kts)

“Maka berdasarkan instruksi Ibu Walikota tempat ini menjadi percontohan. Diharapkan di tempat-tempat lain dapat dikembangkan kegiatan yang sama,” ujar Yepi.

Ditambahkannya, dari sampah sangat banyak manfaat yang bisa dikembangkan, bukan hanya dimanfaatkan sampah yang bisa dipilah untuk dijual seperti botol, kaleng dan benda-benda keras lainya seperti besi dan tembaga. Namun juga sampah organis menjadi kompos yang sangat subur dan bermanfaat bagi tanaman Pola inilah yang harus dikembangkan dan terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Semua harus dimanfaatkan agar keberadaan sampah bukan hanya yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tapi bagaimana bisa menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi,” tambahnya.

Continue Reading
Advertisement
To Top