Connect with us

80 Persen Kiblat Masjid di Banten Melenceng

BANTEN OKE

80 Persen Kiblat Masjid di Banten Melenceng

mesjid-agung-bantenTANGSELOKE.com- Dari 100 masjid dan musala di empat daerah di Provinsi Banten yang dipilih secara acak dan disurvei, 80 persen lebih melenceng arah kiblatnya. Bahkan, dari 80 persen itu, ada juga yang tidak sama sekali menghadap Mekkah.

Kepala Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam FIAI Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta Sofwan Jannah mengatakan, ia sudah memeriksa dan meneliti arah kiblat 100 masjid dan musala di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang. Beberapa masjid yang pernah diteliti, diantaranya Masjid Al Hadid, Simpang Kota Cilegon, Masjid Agung Banten Lama, Kota Serang; Masjid Raya Albantani di KP3B, Kota Serang; Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang; dan Masjid di Pandeglang.

“Dari jumlah itu, ada yang sudah tepat menghadap kiblat, tetapi banyak juga yang melenceng. Setiap bulan, saya selalu mengecek arah kiblat masjid. Dari 100 masjid yang saya cek di sejumlah daerah, saya menduga lebih dari 80 persennya harus dicek lagi arah kiblatnya,” ujar Sofwan saat ekspose hasil penelitian tentang arah kiblat di kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (16/10).

Sofwan mengatakan, masjid dan musala yang melenceng dari Kabah ini tidak hanya masjid yang dibangun secara sederhana, melainkan juga yang dibangun dengan dana miliaran rupiah. Semisal, Masjid Agung Banten Lama di Kasemen sudah menghadap arah barat, tetapi kurang ke utara. Jika mengikuti bangunannya, masjid Agung Banten Lama berada pada 278,84 derajat ke arah Somalia. Sementara araha kiblat yang benar untuk wilayah Serang adalah 295 derajat. Toleransi kemiringan arah kiblat adalah ¼ derajat dari arah Kakbah.

“Masing-masing daerah berbeda-beda derajatnya saat akan mengukur posisi Kakbah, jadi memang harus diukur satu per satu,” terang Sofwan. (rb/to)

Continue Reading
Advertisement
To Top