Connect with us

Mendag; Kita Harus Jadi Konsumen Yang Cerdas

Info Tangsel

Mendag; Kita Harus Jadi Konsumen Yang Cerdas

TANGSELOKE.COM- Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan pagi hari ini, Rabu (8/8), melakukan serangkaian acara aktivasi perlindungan konsumen terpadu di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mendag mengawali kegiatannya dengan melakukan pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan toko mainan anak di Alam Sutra, Bumi Serpong Damai, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi komunitas konsumen di SMAN 2 Tangerang Selatan.

Pada saat melakukan pengawasan, Mendag mengatakan bahwa pengawasan barang beredar secara massive perlu dilakukan untuk menjamin keamanan mutu produk serta menciptakan pelaku usaha yang sadar akan perlindungan konsumen.

Kementerian Perdagangan melalui Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (TTPBB) secara periodik senantiasa giat melakukan pengawasan barang beredar. “Selama 2012, pengawasan barang beredar dan jasa telah dilakukan sebanyak 4 tahap dan selama pengawasan tersebut kami menemukan 421 jenis barang yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ungkap Mendag.

Menurut Mendag, dengan jumlah populasi lebih dari 200 juta orang, dan komposisi pertumbuhan ekonomi yang ditopang 65% dari konsumsi domestik, Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi banyak negara. “Kita harus memastikan bahwa produk-produk yang masuk ke Indonesia tidak akan merugikan baik konsumen maupun produsen kita. Untuk itu, pemerintah akan mengamankan pasar dalam negeri dari serbuan produk-produk yang tidak sesuai dengan ketentuan melalui kegiatan pengawasan dan edukasi konsumen yang rutin,” ujarnya.

Di SPBU, Mendag bersama Tim TPBB berupaya untuk mendeteksi adanya takaran pengisian bahan bakar oleh SPBU yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sementara itu di toko mainan anak, Mendag dan Tim TPBB menemukan produk mainan impor yang tidak sesuai dengan ketentuan, terutama karena tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia.

Setelah melakukan pengawasan di sejumlah target operasi, Mendag melanjutkan kegiatannya ke SMAN 2 Tangsel untuk melakukan edukasi konsumen. Pada kesempatan ini, Mendag memberikan rapid test kit, yaitu alat pendeteksi bahan berbahaya (seperti rhodamin, metanil yellow dan borax) yang terkandung dalam makanan, kepada pihak sekolah. Selain itu, Mendag juga memberikan Bahan Tambahan Pangan (BTP) kepada para pedagang makanan di sekolah.

Mendag menghimbau agar pihak sekolah dapat secara aktif melakukan pengawasan mandiri terhadap jajanan pangan yang beredar sehingga anak-anak dapat terhindarkan mengkonsumsinya. Kemudian kepada para pedagang jajanan pangan, Mendag menegaskan bahwa penggunaan zat pewarna dan pengawet dilarang keras digunakan pada pangan.

Kepada para murid, Mendag menggarisbawahi pentingnya mengenali ciri-ciri produk yang tidak memenuhi ketentuan. “Kalian harus menjadi konsumen yang cerdas,” seru Mendag kepada para murid sekolah yang hadir. Lebih lanjut, Mendag berharap para konsumen sejak dini sudah diajarkan untuk dapat memproteksi dirinya secara alamiah terhadap produk-produk yang tidak memenuhi aspek kesehatan, keamanan, keselamatan dan lingkungan (K3L).

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top