Connect with us

Puluhan Pelajar Ikuti Aksi Cabut Paku di Pohon

Edukasi

Puluhan Pelajar Ikuti Aksi Cabut Paku di Pohon

Setu, Tangerang Selatan – Puluhan siswa-siswi yang tergabung dari berbagai kelompok ekstrakurikuler di SMA Negeri 9, Serua, kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan menggelar aksi cabut paku di pohon-pohon yang ada disepanjang jalan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian lingkungan hidup yang terancam rusak akibat ulah manusia dalam rangka Hari Bumi yang setiap tahunnya diperingati pada 14 April.

Kepala Sekolah SMA Negeri 9, Neng Nurhemah, mengatakan, aksi cabut paku terkesan ringan tapi sangat bermanfaat bagi kelangsungan lingkungan hidup. Kegiatan ini menurutnya dapat memperpanjang umur dan menjaga kesuburan pohon. Terlebih lagi pohon-pohon sebagai paru-paru kota dan dapat berfungsi menyaring polusi udara dari asap kendaraan bermotor yang kini semakin mengkhawatirkan.

“Sekolah kami adalah sekolah berbudaya lingkungan hidup. Ini adalah bagian dari pembelajaran kami mengedukasi pengelolaan dan menjaga kelestarian lingkungan yang kami mulai dari kegiatan sehari-hari,” kata Neng, kepada Web Tangsel saat memimpin aksi cabut paku di jalan Raya Puspiptek, Setu, Kamis, 5 April 2012.

Didalam kegiatan ini, kata Neng, siswa-siswi selain telah mendapatkan materi pembelajaran di bangku sekolah juga dapat mempraktekkan langsung ilmu pengetahuan yang didapat dibangku sekolah dengan melihat langsung kondisi kerusakan pohon-pohon akibat tertancap paku.  Pohon-pohon yang tertancap paku biasanya lebih cepat mati.

Masih menurut Neng, apalagi para siswa-siswi ini sebagai generasi penerus bangsa  dan kelak akan menjadi pemimpin. “Nantinya jika mereka sudah menjadi orang (pemimpin) diharapkan akan membuat kebijakan-kebijakan yang peduli pada lingkungan hidup,” harapnya.

Aksi cabut paku yang diikuti sebanyak 60 siswa-siswi ini di mulai dari Taman Makam Pahlawan Seribu, Serpong. Para pelajar kemudian meneruskan aksi cabut paku ke arah jalan Raya Puspiptek dan jalan Raya Siliwangi hingga ke kantor Walikota  dan berakhir di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) di Pamulang. “Semoga kegiatan seperti ini dapat di kampanyekan Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Redi Matekia, siswa kelas XI IPA 1 ekskul Siswa pecinta alam (Sispala), mengutarakan, pertumbuhan  pohon dapat mati karena paku mengandung zat besi. “Sayang dong pertumbuhan pohon. Sebaiknya dipikirkan dulu sebelum bertindak. Karena tindakan mereka kan merugikan orang banyak,” utara Redi

Continue Reading
Advertisement
To Top