Connect with us

Alam Sutera Targetkan Penjualan Rp 3,5 Triliun

Properti

Alam Sutera Targetkan Penjualan Rp 3,5 Triliun

Perusahaan properti PT Alam Sutera Realty Tbk. menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 3,5 triliun, meningkat 25 persen dibandingkan realisasi tahun lalu, Rp 2,8 triliun. Sekretaris Perusahaan Hendra Kurniawan optimistis bisa mencapai target tersebut. Apalagi ada kenaikan harga penjualan. “Kami lazim menaikkan harga penjualan hingga 20 persen setiap tahun,” kata Hendra usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2012.

Perusahaan pengembang ini telah membangun perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, dan superblok di Serpong, Tangerang Selatan. Proyek-proyek yang akan rampung tahun ini antara lain Office Tower Alam Sutera, Mall Alam Sutera, Apartemen Silkwood, Hotel Aston, dan perumahan Suvarna Padi di Pasar Kamis, Tangerang.

Hingga Februari 2012, menurut Hendra, perseroan telah mencatat hasil penjualan sebesar Rp 800 miliar. Januari lalu Alam Sutera meluncurkan satu blok (cluster). Demikian pula pada Februari. Bulan Maret ini perusahaan akan memasarkan satu blok lagi. “Selama ada pembelinya dan harganya cocok kami akan terus melakukan penjualan,” kata Hendra.

Tahun ini perusahaan mengalokasikan Rp 2-3 triliun untuk belanja modal, yakni untuk membangun pusat perbelanjaan, office tower, apartemen, dan perumahan yang ada di Pasar Kamis, Tangerang. Sebagian besar belanja modal terserap untuk membebaskan lahan. Hasil right issue tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD) sebanyak Rp 740 miliar pun dialokasikan untuk membangun rumah di Serpong dan Pasar Kamis.

Pembangunan di Serpong, Hendra menambahkan, membutuhkan biaya lebih banyak karena harga lahan yang lebih mahal. Dari sekitar 275 hektare lahan yang dimiliki, sebagian besar juga sudah terjual selama periode Januari hingga Februari tahun ini. Dia berharap dalam dua tahun ke depan perusahaan tidak hanya mengandalkan hasil penjualan untuk menghidupi perusahaan, tetapi juga bisa menambahnya melalui pendapatan lain. Diperkirakan, ada potensi kontribusi recurring income sebesar Rp 200 miliar dalam dua tahun ke depan. “Saat ini kontribusi recurring income masih 5 persen,” kata Hendra.

Continue Reading
Advertisement
To Top