Ciputat
Bimtek Keluarga Berintegritas, Benyamin Ajak Lurah Bangun Budaya Antikorupsi dari Rumah
CIPUTAT – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengingatkan para lurah agar menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam menjaga integritas dan mencegah praktik korupsi.
Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (15/9/2026).
Bimtek tersebut diikuti 54 lurah beserta pasangan masing-masing dengan pendampingan dari KPK RI.
Menurut Benyamin, integritas tidak hanya dibangun melalui regulasi, sistem pengawasan, maupun pengendalian internal pemerintahan. Nilai kejujuran dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak lingkungan paling dasar, yakni keluarga.
“Keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Ketika kita berbincang tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter dan pilihan kita. Tempat pertama seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kesantunan dan kebenaran adalah keluarga,” ujar Benyamin.
Ia mengatakan, keluarga dapat menjadi pengingat bagi seorang pejabat ketika menghadapi godaan atau berhadapan dengan sesuatu yang bukan menjadi haknya. Pasangan, kata dia, dapat berperan memberikan nasihat agar setiap penghasilan maupun keputusan yang diambil tetap berada dalam koridor yang benar.
“Kalau dalam istilah mobil, pasangan jadi remnya. Kalau dikasih duit kegedean, kan pasangan bisa tanya, ‘gede dari mana, tumben amat’. Jadi rem. Atau wanti-wanti sejak awal berangkat, ‘Pak, hati-hati ya. Bismillah, cari rezeki yang halal saja’,” katanya.
Benyamin menegaskan, peran pasangan tersebut bukan untuk mencampuri urusan teknis pemerintahan ataupun mengintervensi tugas lurah. Sebaliknya, pasangan diharapkan dapat menjadi bagian dari pengingat dan pengawasan informal dalam lingkungan keluarga.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para lurah merupakan amanah sekaligus kepercayaan dari masyarakat yang harus dijaga melalui sikap dan keteladanan.
“Ingat, jabatan bukan sekadar kewenangan, jabatan adalah kepercayaan. Dan kepercayaan tidak cukup dijaga dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, perbuatan, dan keteladanan,” tegasnya.
Menurut Benyamin, posisi lurah memiliki peran strategis karena menjadi salah satu pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Pelayanan, keputusan, serta perilaku lurah dapat dirasakan dan dinilai secara langsung oleh warga.
Karena itu, ia berharap program Keluarga Berintegritas dapat memperkuat budaya antikorupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian diterapkan dalam kehidupan pemerintahan maupun bermasyarakat.
“Integritas harus dimulai dari rumah, dicontohkan dalam kehidupan, dan kemudian dibawa ke tengah-tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi pemimpin yang dihormati karena jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang dihormati karena integritas, ketulusan, dan keteladanan,” kata Benyamin.
Ia berharap penguatan integritas di lingkungan keluarga dapat berjalan seiring dengan upaya pencegahan korupsi di pemerintahan. Dengan demikian, nilai integritas tidak berhenti sebagai materi kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari dan mendukung peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Editor : Hary
