Info Tangsel
Berbagi Kebahagiaan Bulan Ramadan, Pertiwi Tangsel Bagikan Ratusan Sembako di Sekitar Lokasi TPA Cipeucang
Tangerang Selatan, Ratusan warga sekitar TPA Cipeucang Kampung Nambo dan Kampung Kademangan berbondong-bondong mendatangi kantor pengelolaan sampah sekaligus menjadi tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Cipeucang, Setu, Kota Tangerang Selatan.
Dengan berbekal kupon yang telah dibagikan sebelumnya, lantas kupon tersebut di tukarkan dengan satu (1) dus paket sembako yang di dalamnya terdapat tepung terigu, minyak, gula, telur, beras, dan juga sirup.
Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Pertiwi Indonesia Tangerang Selatan kembali menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Gerakan Sembako Ramadan.
Tahun ini, sebanyak 700 paket sembako dan telur disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan Cipeucang, Kampung Pemulung, dan bantaran kali.
Ketua Pertiwi Indonesia Tangsel, Gloryma Berlian Tandirerung yang akrab dipanggil Lia Tarsis menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa tanggung jawab dalam organisasi dan juga mencerminkan tanggung jawab sosial.
“Ketika kita diberikan kelebihan dan berkat yang luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita harus ingat bahwa di sekitar kita ada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya (17/3/2025)
Cipeucang sendiri bukan lokasi yang asing bagi Pertiwi Tangsel. Lima tahun lalu, sebelum kawasan ini menjadi tumpukan sampah seperti sekarang, mereka telah hadir membagikan 1.000 bantuan sosial. Tahun lalu pun mereka kembali, dan kini Cipeucang seolah menjadi magnet bagi kepedulian mereka.
Belasan jajaran pengurus tanpa masker seolah turut merasakan bagaimana bertahan hidup di lingkungan dengan bau tidak sedap. Kendati demikian, warga sekitarpun tak mempermasalahkan keberadaan TPA Cipeucang. Mereka terbiasa beraktifitas di sekeliling tumpukan sampah. Namun, yang menarik perhatian bukan hanya kebutuhan masyarakat, tetapi juga kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
“Kesadaran masyarakat terhadap sampah masih jauh dari yang kita harapkan. Kita sering membuang sampah tanpa berpikir berapa lama akan terurai. Apalagi sampah plastik,” ungkapnya.
Sebagai organisasi yang juga bergerak di bidang lingkungan hidup, Pertiwi Tangsel memiliki program khusus untuk memanfaatkan daur ulang. Mereka berharap, selain memberikan bantuan sosial, aksi ini juga membuka mata masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain bantuan sembako, Pertiwi Tangsel juga turun langsung ke lapangan tanpa ragu.
“Kami terbiasa turun sejak dulu. Saya tidak pakai masker, karena bagi kami ini sudah menjadi bagian dari kepedulian,” katanya.
Sebagai bagian dari Pertiwi Indonesia yang tersebar di seluruh negeri, Pertiwi Tangsel yang beranggotakan sekitar 300 orang tetap berkomitmen untuk bergerak di dua (2) bidang yang utama yaitu sosial dan budaya.
Dengan aksi baksos, mereka berharap dapat memberikan manfaat bagi sesama, khususnya mereka yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan sampah dan mencari rezeki di tempat tersebut.
“Semoga gerakan ini membawa berkah bagi kita semua, terutama bagi masyarakat yang kehidupannya bersinggungan langsung dengan sampah,” tutupnya. (Adt)
