Connect with us

Lomba Pioneering dan Kolone Tongkat Dispora Tangsel, Kwartir Ranting Ciputat Sabet Gelar Juara Pertama

Info Tangsel

Lomba Pioneering dan Kolone Tongkat Dispora Tangsel, Kwartir Ranting Ciputat Sabet Gelar Juara Pertama

Pioneering merupakan tambah nilai kecakapan, Pioneering itu sendiri sebagai suatu kegiatan teknis kepramukaan dengan memanfaatkan tongkat dan tali untuk membentuk sebuah model maket design bentuk atau rangka.

Ada tujuh (7) simpul dan tiga (3) ikatan yang berfungsi untuk menyambungkan tiga ikatan yang berfungsi untuk menyambungkan dua tongkat atau lebih dengan bantuan tali.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Yanyan Yanuardi, kepala bidang pemberdayaan pemuda Dispora Tangsel, tujuannya adalah memberikan pengetahuan baru bagi anggota Pramuka, ilmu kepramukaan dan untuk mengasah skill dalam membuat model sederhana yang bermanfaat, dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Contohnya adalah, membuat tandu, tiang bendera dan sebagainya,” ujar Yanyan Yanuardi, selaku Kabid pemberdayaan pemuda.

Dikatakan Yanyan, manfaat dari lomba Pioneering tersebut untuk meningkatkan kekompakan, memupuk rasa kebersamaan, dan melatih kerja sama yang baik antar sesama anggota Pramuka. Kemudian mengaplikasikan pemikiran dalam merancang dalam suatu objek yang dapat berguna.

“Pioneering yang diselenggarakan oleh Dispora, telah berlangsung sejak tanggal 19 sampai 20 November 2021, dan diikuti oleh 4 Kwarran, yaitu Ciputat, Pondok Aren, Setu, dan Serpong,” ujar Yanyan.

Pada hari pertama, yaitu pada tanggal 19 November 2021, diselenggarakan di SMKN 11 Kota Tangsel, hari kedua di SMKTI PGRI 11 Serpong.

Kriteria penilaian lomba Pioneering, yaitu ada 5 kriteria, yaitu, kesesuaian tema, kreativitas, kekuatan rangka atau simpul, kebenaran simpul dan kerapihan hasil bentuk dan rangka.

Dalam penilaian, jumlah tongkatnya dibatasi sesuai dengan kesepakatan pada saat technical meeting. Sebelum lomba biasanya mengundang dari peserta dari beberapa Kwarran dan perwakilan sekolah dan kwarcab untuk membicarakan masalah teknis dan durasi waktu.

“Pada lomba kali ini, satu regu mendapatkan waktu 45 menit, dan peserta dapat menyelesaikan waktu kurang dari yang telah ditetapkan panitia, jumlah regu diisi 6 sampai 12 orang, Sebelumnya mereka membuat konsep dan menentukan temanya apa, deskripsinya apa, tujuannya apa, artinya apa, filosofi nya apa, dan dibuat miniaturnya,” jelas Yanyan.

Sebelumnya, pihak ekskul sudah mengajarkan, karena Pramuka merupakan bagian dari ekstrakulikuler wajib di sekolah. Untuk jumlah bambu yang akan digunakan dibatasi, kurang lebih sekita 26 sampai 40 tongkat.

“Masing-masing Kwarran mengirimkan 2 sampai 3 sekolah, satu sekolah mengirimkan 2 regu putra dan putri, satu regu ada yang berisi 6 orang sampai 12 orang,” pungkasnya.

Hasil lomba yang berhasil menjadi juara lomba Yel-yel Kolone Tongkat tingkat sekolah menengah atas sebagai berikut.

Kwartir Ranting Setu, SMKN 3 Kota Tangerang Selatan.

Kwartir Ranting Ciputat, SMK Islamiyyah.

Kwartir Ranting Pondok Aren, SMKN 2 Tangerang Selatan.

Kwartir Ranting Ciputat, SMAN 11 Kota Tangerang Selatan.

Kwartir Ranting Setu, SMKN 3 Kota Tangerang Selatan.

Juara Lomba Pioneering :

Juara 1, Kwartir Ranting Ciputat, MA Madinatunajah. Mendapatkan uang pembinaan sebesar 5 Juta Rupiah.

Juara II, Kwartir Ranting Setu, MAN 1 Kota Tangerang Selatan. Mendapatkan uang pembinaan sebesar 4 Juta Rupiah.

Juara III, Kwartir Ranting Serpong, SMKN 1 Kota Tangerang Selatan. Mendapatkan uang pembinaan sebesar 3 Juta Rupiah.

Para peserta yang berhasil menyabet gelar juara mendapatkan uang pembinaan dari Dispora Tangsel senilai jutaan rupiah. (Adt).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top