Connect with us

Dua Kali Disurati, Pemilik Rumah “Bandel” Kumpulkan Remaja Main Kartu Di Tengah PSBB

Info Tangsel

Dua Kali Disurati, Pemilik Rumah “Bandel” Kumpulkan Remaja Main Kartu Di Tengah PSBB

Meski dalam situasi genting pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti ini, rombongan pemuda dari luar perumahan Pondok Pucung, manfaatkan momen sepi sebagai ajang kumpul sampai menunggu waktu santap saur di perumahan Pondok Pucung Indah, RT : 09/06 Pondok Aren, Tangsel.

Kegiatan monitoring PSBB dilakukan oleh anggota Trantib dipimpin sekertaris camat Pondok Aren tersebut menyasar satu rumah yang menjadi kumpulnya pemuda dari macam macam wilayah, sehingga turut berkontribusi memperluas penyebaran covid 19.

Kegiatan yang dilaksanakan pada minggu dini hari pada pukul. 23.00 wib anggota Trantib mendatangi warung tersebut dengan memberi himbauan untuk tidak berkumpul dimasa PSBB.

Tidak hanya berkumpul, para remaja yang berjumlah tujuh (7) orang juga kedapatan sedang bermain kartu membuat petugas satpol PP Pondok Aren curiga adanya praktek mencurigakan di “warung” yang tidak menjajakan dagangannya.

“Setelah saya terima laporan dari tim yang melakukan giat patroli semalam, ternyata itu di warung yang sama. Itu mirip rumah, tidak mirip warung. Hanya menjual kopi saja. Saya sudah surati dua (2) kali, namun pemilik rumah beralasan akan pulang kampung,” ucap Triyono, kepala satpol PP Kecamatan Pondok Aren.

Selain itu, Triyono juga menambahkan, dirinya akan terus memantau wilayah yang di sorot sebagai titik kumpul dan menampung warga dari luar pondok Aren. Jika masih membandel, pihaknya akan menerapkan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya akan terus mengkontrol wilayah tersebut, jika masih membandel, kami akan beri sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semoga PSBB berjalan dengan lancar, dan kemudian ketertiban umum terjaga dengan baik sesuai yang kita harapkan bersama,” ucap Triyono kepada tangseloke.com melalui HP selulernya. (3/5/2020)

Sementara itu, Ida (47) warga setempat turut menyampaikan kegelisahannya, menurutnya tindakan yang di lakukan remaja tersebut sudah meresahkan.

“Iya bikin resah, udah saya bilang baik-baik malah kabur. Bahkan waktu itu sempat ramai sekali, sampe 20 anak bawa obor dan juga pasang petasan di sepanjang jalan kompleks perumahan kami,” ucapnya (adt).

Continue Reading
Advertisement
To Top