Connect with us

RK dan WH Adu Program Anti Korupsi di Teras Kota

BANTEN OKE

RK dan WH Adu Program Anti Korupsi di Teras Kota

Mendekati pemilihan gubernur (Pilgub) Banten 2017, Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar acara ‘Adu Program Anti Korupsi’ antara masing-masing calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Banten di Teras Kota, BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (8/2/2017).

Seperti diketahui sebelumnya, Provinsi Banten masuk dalam zona merah bahaya laten korupsi bersama wilayah lain di Indonesia. Dengan acara yang diselenggarakan ICW, cagub dan cawagub Banten yakni, WH-Andika dan Rano-Embay dapat menunjukan programnya langsung di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wahidin Halim (WH) yang tidak didampingi oleh wakilnya (Andika) memaparkan programnya dengan memprioritaskan 22 persoalan yang ada di Banten. Seperti, transparansi birokrasi pemerintahan, layak pendidikan, kesejahteraan masyarakat Banten.

“Pertama, kepemerintahan yang baik, yang transparan yang dihuni oleh para birokrat – birokrat jujur dan pastinya ada semangat anti korupsi. Kedua, E-KTP. Ketiga, pendidikan gratis. Keempat soal pengangguran, karena Banten masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran tinggi,” paparnya singkat karena waktu terbatas apabila dilanjutkan sampai poin ke-22.

Di sisi lain, pasangan Rano Karno-Embay mengatakan, program pemberantasan korupsi di tanah Jawara, pihaknya akan terus menggandeng KPK untuk langsung mengawasi Provinsi Banten. Baginya, Banten sudah harus bangkit dari tindak buruk korupsi.

“Banten yang menjadi salah satu provinsi binaan dari KPK menjadi provinsi yang tercontoh karena mampu mengundang KPK untuk masuk langsung dalam pengawasan di Provinsi Banten,” kata Rano Karno.

“Masih banyak yang harus diperhatikan di Banten, jujur Banten itu rumit masih banyak berkas – berkas yang tertahan di KPK dan masih banyak juga berkas yang harus dicari,” tandasnya. (toid)

Continue Reading
Advertisement
To Top