Connect with us

Ini Tiga Tipologi Ancaman Banjir Di Tangsel

Info SKPD

Ini Tiga Tipologi Ancaman Banjir Di Tangsel

banjir_ciputatTANGSELOKE.com- Banjir diakui Kepala bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan SDA, Aji Awan masih akan menghantui warga di kota pemekaran Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan ( Tangsel).

Aji mengatakan terdapat tiga tipologi ancaman banjir Kota Tangsel, diantaranya banjir akibat air kiriman, tanah cekungan dan buruknya drainase.

Banjir kiriman dijelaskan Aji seperti Blok Ciputat Hulu mencakup Komplek Ciputat Baru, In-hutani serta Pondok Hijau. Ada juga di Blok Cibenda Hulu, mencakup Reni Jaya. Sementara di Blok Angke Hulu mulai dari Pamulang hingga Villa Dago serta Pamulang Residance. “Lokasi tersebut diakibatkan pada luapan air sungai,” ujarnya.

Untuk kawasan Jombang, Puri Bintaro Hijau, Cilenggang dan Kelurahan Rawa Buntu. Menurut Ia disebabkan karena dataran rendah serta laju air yang kurang lancar sehingga mengakibatkan genangan.

Sedangkan yang temasuk dalam tipologi ketiga drainase buruk seperti di pasar Jengkol, kawasan Paku Jaya Sepong Utara. “Banjir di sebabkan drainase yang buruk sehingga Integrasi saluran air satu dengan yang lain tidak terkoneksi dengan baik,”tambahnya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data mengenai titik-titik kawasan banjir. Sedangkan 31 titik rawan banjir yang merupakan data lalu, saat ini sudah masuk pada tataran teknis yakni cara mengatasinya.

“Ini langkah terakhir untuk menentukan kebijakan kedepan. Sebab birokasi dengan Masyarakat langsung yang lebih tahu lokasi banjir,” ujarnya.

Aji menjelasakan, pada tahun sebelumnya sudah pernah berkoordinasi di tingkat yang sama, Kelurahan dan Kecamatan. Namun data yang di himpun kurang akurat dan masih mengambang. Disebabkan mereka banyak yang kurang memahami secara rinci, titik-titik mana dan apa kira-kira penyebabnya. Hal itu akhirnya tidak dapat dijadikan bahan acuan. Namun dengan langkah yang diambil pada tahun ini, salah satu langkah yang tepat.

“Pada tahun kemarin, kami berkoordinasi dengan Kelurahan dan Kecamatan. Namun kurang efektif mengingat tidak tahu persis titik-titik lokasi banjir,” ujarnya.

Dengan melakukan koordinasi bersama warga jelas sangat akurat dari sumber informasi. Pasalnya mereka yang tahu persis beragam persoalan yang dialami. Sehingga masukan dan upaya yang harus dilakukan pemerintah dari usulan masyarakat sangat membantu nantinya. (bantenhits.com)

Continue Reading
Advertisement
To Top