Connect with us

Ini SDN yang Bakal Digusur untuk Pelebaran Jalan

Info Tangsel

Ini SDN yang Bakal Digusur untuk Pelebaran Jalan

sdn_kampung_bulak_tangselTANGSELOKE.com- Delapan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam digusur untuk pelebaran jalan.

Delapan gedung SDN yang terkena gusur di antaranya SDN Buaran 1 dan 2, Babakan 3, Pamulang 1,3 dan 4 serta Serua 1 dan 4.

Akibat pelebaran jalan tersebut berimbas pada terganggunya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Padahal, rehabilitasi gedung sekolah tersebut belum genap satu tahun.

Kepala Seksi Bina SD Dinas Pendidikan Kota Tangsel Yahya Sutaemi mengatakan seharusnya tidak ada pembongkaran untuk pelebaran jalan. Lantaran kurang koordinasi dan perencanaan sehingga gedung SDN menjadi korban.

“Ya memang sebelumnya kurang koordinasi dengan Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman. Seharusnya rencana pembongkaran ini tidak terjadi,” ungkapnya, Kamis (19/9).

Dikatakan, meskipun tidak semua bangunan dibongkar. Hanya saja, menyayangkan karena gedung SDN yang kena imbas pelebaran tersebut belum lama di rehab.

Ia mencontohkan untuk SDN Serua 1 dan 4 masing-masing satu lokal direncanakan dibongkar. SDN ini berada di pinggir Jalan Raya Maruga, Ciputat dan hanya berjarak sekitar lima meter dari bibir jalan raya.

“Ini seharusnya tidak terjadi (pembongkaran, red) dan tidak main asal bongkar saja. Kami berharap ada solusi terbaik,” katanya.

Presidium Pemekaran Kota Tangsel, Rasud Syakir menilai rencana pelebaran yang berimbas pada menghamburkan anggaran APBD. Hal ini sangat disesalkan pihaknya.

“Ini penghamburan anggaran dan dapat mengganggu KBM,” ucapnya.

Menurutnya adanya rencana tersebut dinilai kurang koordinasi antar SKPD yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman.

Seharusnya, sebelum rehab gedung SDN yang tergusur, Dinas Pendidikan melihat dan melakukan rencana tata ruang terlebih dahulu.

“Perencanaannya yang kurang bagus. Belum setahun gedung direnovasi sudah dibongkar lagi. Ini kan penghamburan anggaran,” terangnya. Dia juga menuding jika pengawasan dari DPRD dan Dewan Pendidikan kurang maksimal. (tp)

Continue Reading
Advertisement
To Top