Connect with us

TangselOke

Pemkot Tangsel Beri Insentif Guru Ngaji, Perkuat Pendidikan Agama di Era Digital

Info SKPD

Pemkot Tangsel Beri Insentif Guru Ngaji, Perkuat Pendidikan Agama di Era Digital

TANGSEL – Derasnya arus informasi melalui media sosial dan internet menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan guru ngaji dinilai tetap penting untuk menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak kepada anak-anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penguatan peran guru ngaji tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Selain mendorong pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, Pemkot Tangsel memberikan insentif sebagai bentuk dukungan terhadap para pengajar ilmu agama.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat menghadiri kegiatan Tangerang Selatan Mengaji Bersama Forum Persatuan Guru Ngaji Kota Tangerang Selatan di Masjid Agung Al-Mujahidin, Pamulang, Rabu (23/8/2026).

Pilar mengatakan, guru ngaji memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Peran tersebut menjadi semakin penting karena anak-anak saat ini memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi melalui gawai dan media sosial.

“Kita harus mencerdaskan anak-anak kita supaya generasi ke depan menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, memiliki iman dan takwa, serta menguasai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ini pekerjaan rumah yang tidak mudah,” ujar Pilar.

Menurutnya, pendidikan yang diberikan guru ngaji tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Para guru ngaji juga diharapkan turut membentuk moral dan karakter anak agar mampu menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.

Pilar menilai perkembangan teknologi memberikan manfaat besar bagi kehidupan, tetapi juga menghadirkan tantangan ketika anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia maupun tahap perkembangan mereka.

“Jangan sampai anak-anak kita terpapar hal-hal negatif. Ini bukan hanya tantangan pemerintah atau orang tua, tetapi juga menjadi tantangan kita bersama, termasuk para guru ngaji,” tuturnya.

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ikhsan. (DOC)

Guru Ngaji Dinilai Punya Peran Strategis

Pilar mengatakan, keberadaan guru ngaji di lingkungan masyarakat perlu terus dijaga. Menurutnya, pendidikan keagamaan yang berlangsung di tengah masyarakat memiliki kontribusi penting dalam mempertahankan nilai-nilai religius di Kota Tangsel.

“Jangan sampai guru ngaji ditinggalkan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak lagi membutuhkan kehadiran guru ngaji, karena kalau itu terjadi, nilai-nilai religius di Tangerang Selatan bisa semakin terkikis,” kata Pilar.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara guru ngaji, orang tua, masyarakat, dan pemerintah agar pendidikan agama dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.

Guru ngaji juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang membantu anak-anak memahami nilai keagamaan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkot Tangsel Berikan Insentif

Sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan, Pemkot Tangsel memberikan insentif kepada guru ngaji.

Pilar mengatakan, pemberian insentif merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap para pengajar ilmu agama yang selama ini berperan di tengah masyarakat.

Menurutnya, dukungan tersebut perlu terus diperkuat agar para guru ngaji dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.

“Kita harus terus berupaya agar insentif guru ngaji bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan ke depan, dengan dukungan DPRD dan kemampuan APBD, kesejahteraan para guru ngaji juga bisa terus meningkat,” ujarnya.

Bangun Generasi Tangsel yang Cerdas dan Berakhlak

Pilar berharap pendidikan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan formal dan perkembangan teknologi. Anak-anak Tangsel diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dibekali iman, akhlak, dan karakter yang kuat.

Menurutnya, membentuk generasi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga, sekolah, guru ngaji, dan masyarakat.

Melalui penguatan peran guru ngaji dan dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an, Pemkot Tangsel berharap nilai-nilai keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Tangsel yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki iman dan takwa.

Editor : Hary

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top