Ciputat Timur
Menghidupkan Sejarah Lewat Suara Generasi Muda Rumah Dongeng Khatulistiwa Gelar Event Storytelling Wisata dan Cagar Budaya Tangsel 2026
TANGERANG SELATAN, — Di tengah arus modernisasi, menjaga keterikatan generasi muda dengan akar budaya menjadi tantangan tersendiri. Menjawab hal itu, Rumah Dongeng Khatulistiwa meluncurkan program edukatif nasional bertajuk Event Storytelling Wisata dan Cagar Budaya Kota Tangerang Selatan 2026.
Mengusung tema “Menghidupkan Cerita, Menggerakkan Wisata, Melestarikan Budaya”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengangkat kembali kisah di balik objek wisata dan cagar budaya melalui video storytelling dan video podcast. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian budaya.
Fokus pada Proses Edukasi
Berbeda dari kompetisi pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada proses pembelajaran. Peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan melalui aplikasi berbasis web yang fleksibel dan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi:
- Webinar Storytelling (16–23 Agustus 2026): Pembekalan wawasan sejarah dan teknik bercerita.
- Pelatihan Storytelling (23–30 Agustus 2026): Penguatan kemampuan komunikasi dan public speaking.
- Lomba Video Storytelling dan Podcast (10–30 September 2026): Implementasi kreativitas dalam karya digital.
Kategori dan Hadiah
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di seluruh Indonesia dengan dua kategori:
- Video Storytelling (individu)
- Video Podcast (kelompok 2–5 orang)
Total hadiah mencapai Rp250 juta. Pemenang juga akan memperoleh berbagai hadiah penunjang kreativitas seperti perangkat teknologi dan perlengkapan eksklusif.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori Best Schools, Most Productive Schools, dan Best Guiding Teachers.
Dorong Literasi dan Identitas Budaya
Ketua Rumah Dongeng Khatulistiwa, Ilham Khaerul Anam, menyatakan kegiatan ini tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga upaya integrasi literasi dengan pelestarian budaya.
“Storytelling yang dikombinasikan dengan wisata menjadi pendekatan efektif untuk membangun kepercayaan diri dan kebanggaan generasi muda terhadap identitas daerah,” ujarnya.
Guru SMP Muhammadiyah 17 Ciputat, Lukman Anshory, menilai kegiatan ini membuka ruang baru bagi siswa untuk berkarya di era digital. Menurutnya, melalui narasi yang kuat, situs sejarah seperti Monumen Palagan Lengkong dapat lebih hidup dan bermakna bagi generasi muda.
Pendaftaran dan Informasi
Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi:
www.rumahdongengkhatulistiwa.com/e-storytelling
atau platform Loket.com.
Panitia menyediakan promo early bird hingga 30 Juni 2026. Peserta yang mengumpulkan karya lebih awal juga berkesempatan memperoleh nilai tambahan.
Grand final akan digelar secara langsung pada 21–22 November 2026 di salah satu lokasi wisata di Kota Tangerang Selatan.
Tentang Rumah Dongeng Khatulistiwa
Rumah Dongeng Khatulistiwa merupakan organisasi yang bergerak di bidang pengembangan literasi dan karakter anak melalui media cerita. Organisasi ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan dalam berbagai program pelestarian budaya.
Kontak Media
Website: www.rumahdongengkhatulistiwa.com
Pendaftaran: s.id/DaftarStorytellingRDK
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, literat, serta peduli terhadap warisan budaya bangsa.
Editor : Hary
