Info Tangsel
MWC NU Serpong dan PAPPRI Tangsel Gelar Festival Band Ya Lal Wathon dan Istigasah Kemerdekaan di Muslim Fest 2026
Tangerang Selatan – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Serpong berkolaborasi dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Tangerang Selatan, Kadin, serta MUI Kecamatan Serpong untuk menggelar Istigasah Kemerdekaan dan Festival Band Ya Lal Wathon dalam rangkaian Muslim Fest 2026 di Teras Kota BSD, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Koordinator acara, Tb. Imam, saat diwawancarai media melalui sambungan WhatsApp, Selasa (28/7/2026), mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Muslim Fest yang tahun ini digelar selama sepuluh hari. Khusus pada 8 Agustus, panitia memberikan satu hari penuh kepada PCNU Kota Tangerang Selatan melalui MWC NU Serpong untuk mengisi rangkaian acara bertema kebangsaan dan keagamaan.
“Fokus kegiatan kami adalah mengisi momentum Hari Kemerdekaan dengan doa bersama sekaligus mengajak masyarakat, khususnya kalangan musisi, menumbuhkan semangat cinta Tanah Air,” ujarnya.
Menurut Imam, rangkaian acara akan diawali dengan Istigasah Kemerdekaan yang dijadwalkan berlangsung pada pagi hingga menjelang siang di Teras Kota BSD. Kegiatan tersebut akan dipimpin Ketua JATMAN, Dr. KHJ Nurul Irfan, dan diikuti berbagai unsur Nahdlatul Ulama, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, badan otonom NU, hingga masyarakat umum.
Panitia juga berencana mengundang Wali Kota Tangerang Selatan serta Kapolres Tangerang Selatan untuk menghadiri kegiatan doa bersama tersebut sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan dan kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.
Usai istigasah, acara dilanjutkan dengan Festival Band Ya Lal Wathon yang menjadi salah satu agenda utama kolaborasi antara MWC NU Serpong, PAPPRI Kota Tangerang Selatan, dan Kadin.
Festival ini mengangkat lagu Ya Lal Wathon sebagai lagu wajib yang akan dibawakan para peserta dengan aransemen sesuai kreativitas masing-masing. Berbagai genre musik diperbolehkan, mulai dari pop, dangdut, jazz, blues hingga aliran musik lainnya.
Imam menjelaskan, festival tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media memperkenalkan lagu kebangsaan khas Nahdlatul Ulama kepada komunitas musik di Tangerang Selatan.
Ia menegaskan bahwa NU ingin menunjukkan sikap terbuka kepada seluruh pelaku seni tanpa memandang latar belakang maupun genre musik yang mereka usung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa NU adalah rumah bersama. Semua musisi bisa berpartisipasi membawa pesan kebangsaan melalui karya mereka,” katanya.
Pesan yang terkandung dalam lagu Ya Lal Wathon, lanjut Imam, sejalan dengan semangat menjaga persatuan bangsa melalui nilai Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta Tanah Air sebagai bagian dari keimanan.
Sementara itu, Ketua PAPPRI Kota Tangerang Selatan terpilih, Mizz Farhadiba, saat diwawancarai media melalui sambungan WhatsApp, Selasa (28/7/2026), mengatakan Muslim Fest merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dan tahun ini berlangsung di Teras Kota BSD selama sepuluh hari.
Menurutnya, penyelenggara Muslim Fest menggandeng PCNU Kota Tangerang Selatan untuk mengisi salah satu hari kegiatan. Dari sinilah kemudian lahir kolaborasi bersama PAPPRI dalam penyelenggaraan Festival Band Ya Lal Wathon.
Farhadiba mengungkapkan bahwa sebenarnya PAPPRI telah merencanakan festival band untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI pada Agustus. Namun, setelah adanya ajakan bekerja sama dari PCNU, agenda tersebut dipercepat dan dimasukkan ke dalam rangkaian Muslim Fest.
Dalam kerja sama itu, PAPPRI bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan teknis festival, termasuk penyediaan piala dan sertifikat bagi para pemenang. Sementara hadiah bagi peserta merupakan dukungan dari pihak PCNU.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi awal sinergi yang lebih luas antara organisasi keagamaan dan komunitas musik di Tangerang Selatan.
Menurut rencana, setelah rangkaian Istigasah Kemerdekaan berakhir pada siang hari, seluruh agenda hingga malam akan difokuskan pada pelaksanaan Festival Band Ya Lal Wathon yang menampilkan kreativitas para musisi lokal dalam mengemas lagu bertema nasionalisme tersebut.
Melalui perpaduan kegiatan religius dan seni musik, penyelenggara berharap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mampu memperkuat nilai persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap bangsa di tengah masyarakat.(Adt)
