Ciputat
Ribuan Pelajar Diajak Jadi Duta Wisata dan Budaya Lewat Event E-Storytelling
TANGERANG SELATAN, Ribuan pelajar Indonesia diajak menjadi duta wisata dan budaya melalui Event E-Storytelling Wisata dan Cagar Budaya yang digagas Rumah Dongeng Khatulistiwa. Program nasional ini mendorong generasi muda tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga kreator konten edukatif yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pelajar dari berbagai jenjang pendidikan diberi ruang untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan kemampuan komunikasi dalam bentuk video storytelling dan video podcast. Karya yang dihasilkan mengangkat destinasi wisata, situs sejarah, cagar budaya, hingga nilai-nilai kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah arus informasi global, banyak situs budaya dan destinasi wisata hanya dipahami sebagai objek fisik. Padahal, di baliknya tersimpan cerita sejarah, nilai perjuangan, serta identitas bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rumah Dongeng Khatulistiwa menghadirkan pendekatan storytelling sebagai solusi. Metode ini dinilai mampu menyampaikan informasi secara lebih hidup, menarik, dan mudah dipahami. Storytelling tidak sekadar bercerita, tetapi juga mengolah fakta menjadi narasi yang menyentuh emosi dan membangun pemahaman.
Karena itu, event ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Program ini dirancang sebagai ruang belajar kreatif yang mencakup proses observasi, riset sederhana, penulisan naskah, penyusunan alur cerita, hingga penguatan kemampuan public speaking dan pemanfaatan teknologi digital secara positif.
Peserta juga diajak melihat lingkungan sekitar dari sudut pandang baru. Lokasi yang sebelumnya dianggap biasa dapat menjadi sumber cerita yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan inspirasi. Proses ini sekaligus melatih kemampuan literasi, berpikir kritis, komunikasi, serta kreativitas.
Program ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dengan pendekatan yang relevan bagi generasi digital. Konten budaya yang dikemas secara menarik dinilai mampu menjangkau audiens lebih luas, khususnya kalangan muda yang akrab dengan media sosial.
Rumah Dongeng Khatulistiwa meyakini generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, pelajar didorong menjadi agen pelestarian budaya melalui karya kreatif dan inovatif.
Selain pengalaman belajar, kegiatan ini juga diharapkan melahirkan ribuan konten digital yang dapat menjadi media promosi wisata. Setiap karya berpotensi menjadi sarana edukasi sekaligus promosi berbagai destinasi dan cagar budaya di Indonesia.
Partisipasi pelajar dari berbagai provinsi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi nasional yang mempertemukan beragam cerita dan perspektif budaya. Dengan demikian, event ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga gerakan bersama dalam memperkuat ekosistem literasi budaya.
Kegiatan ini terbuka bagi pelajar yang ingin berkarya dan berkontribusi dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah. Melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi, peserta diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peduli terhadap sejarah dan identitas bangsa.
Rumah Dongeng Khatulistiwa mengajak sekolah, guru, orang tua, komunitas, dan masyarakat luas untuk mendukung lahirnya generasi kreatif, komunikatif, dan berbudaya.
“Setiap tempat memiliki cerita, setiap budaya memiliki makna, dan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskannya.”
Informasi lengkap dapat diakses melalui:
www.rumahdongengkhatulistiwa.com/e-storytelling
Editor : Hary




