Connect with us

Lamban Tangani Laporan Warga Pondok Pucung, PLN Dinilai Lebih Banyak Pencitraan

Info Tangsel

Lamban Tangani Laporan Warga Pondok Pucung, PLN Dinilai Lebih Banyak Pencitraan

Tangsel Oke, Pondok Aren, Adanya gangguan kabel yang terlalu menjuntai ke bawah di kawasan perumahan Pondok Pucung Indah II, blok C, depan balai warga RT 09, 06 belum juga mendapatkan pengecekan, warga menilai Perusahaan Listrik Nasional (PLN) di nilai lebih focus pada pencitraan.

Laporan dari warga Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan sejak tanggal 29 Maret 2020 belum juga digubris. Padahal, kabel tersebut sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Kondisi kabel yang menjuntai kebawah, Dok. Tangseloke.

Putri (37), sudah melaporkan kepada PLN berulang kali, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan penanganan untuk membenahi kabel yang menjuntai ke bawah.

“Saya sudah melaporkan kabel yang nyengser ke bawah di sebelah rumah melalui akun instagram Contak Center PLN123, email dan juga melalui pengaduan aplikasi plnmobile, namun hingga kini belum ada penanganan,” ucap Putri

Bahkan, PLN sudah meminta untuk menshare lokasi titik kabel yang menjuntai melalui teknisi melalui pesan Whatsapp pelapor.

“Tanggal 30 maret 2020, tehnisi PLN menghubungi saya melalui pesan Whatsapp yang meminta untuk share lokasi titik kabel yang menjuntai tersebut. Namun tidak datang juga, sepertinya PLN lebih kepada pencitraan,” tambahnya.

Sementara ketika Putri (pelapor) mengecek aplikasi melalui plnmobile, report laporan di katakan sudah ditangani, padahal hingga saat ini kabel yang menjuntai kebawah sangat membahayakan kendaraan yang lewat, warga khawatir jika terjadi korsleting listrik.

“Kami khawatir, jika ada kendaraan besar yang melintas bisa memutuskan aliran listrik ke warga. Apalagi dalam situasi wabah covid 19 seperti ini, listrik sangatlah diperlukan,” ungkap Putri.

Ketika Tangseloke.com mencoba untuk lakukan konfirmasi kepada pihak PLN dalam hal ini teknisi yang di tugaskan mengecek lokasi tersebut, pesan Whatsappnya hanya dibaca (terbaca), dan tidak menjawab/tidak ada jawaban. Dan sampai saat berita ini dipublish, warga tidak tahu harus melapor kemana lagi.(Adt).

To Top