Connect with us

Duh Miris, Pelajar Ini Terlibat Kasus Begal Di Tangsel

Serpong

Duh Miris, Pelajar Ini Terlibat Kasus Begal Di Tangsel

kriminal_ilustrasiTANGSELOKE.com- Seorang pelajar SMA Swasta Bojongsari berinisial AD, 16, ditangkap aparat Polsek Parung dikediamannya di Kampung Serua, RT02/06, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Depok, Rabu (25/3). Pelajar itu diamankan karena terlibat kasus begal di wilayah Bogor dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dari tangan pelajar ini polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vega R yang diduga hasil curian.

Kanit Reskrim Polsek Parung AKP Nelson Siregar mengatakan, AD ditangkap setelah mendapatakan laporan dari korban yang kehilangan motor tersebut. Setelah menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut pihaknya pun menangkap pelaku.

”Bukti sudah cukup kuat dan mengarah ke pelaku. Saat kami tangkap memang ada kendaraan korban yang disimpan dalam rumah. Pencurian itu dilakukan malam hari setelah pelaku bermain ke rumah korban, kendaraannya diambil dalam rumah,” kata Nelson, Rabu (25/3).

Nelson melanjutkan, aksi pencurian yang dilakukan AD dirumah Agus Sobari dilakukan dengan modus menginap bersama empat rekannya untuk belajar bersama. Setelah ketiga rekannya dan penghuni rumah tertidur pulas pelaku pun menggasak kendaraan tersebut. ”Pelaku berpura-pura meminta izin pulang saat tengah malam kepada keluarga korban. Setelah suasana rumah sepi AD langsung mengambil motor dengan kunci leter T,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, Nelson menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhada AD pihaknya mengetahui jika aksi pencurian motor tersebut sudah dua kali dilakukan. Kendaraan yang berhasil dicuri remaja ini dijual ke beberapa penadah di Wilayah Bogor dan Tangsel.

”Satu unit dijual seharga Rp2 juta. Sudah bekerja sama dengan penadah. Sudah dua kali AD melakukan pencurian dan selalu berhasil, tetapi sekarang baru terbukti. Yang kami herankan pencurian itu dilakukan disalah satu rumah teman satu sekolahnya pula,” ungkanya.

Ditempat yang sama, pelaku, AD mengaku berani melakukan pencurian dikarenakan tak memiliki uang untuk membeli beberapa peralatan elektronik kendaraan. Seperti HP, dan laptop hingga motor untuk digunakan untuk sekolah.

Sebab, dirinya merupakan keluarga dari kelas ekonomi lemah. ”Saya ingin seperti anak sekolah lain yang punya HP keren dan naik motor ke sekolah. Awalnya hanya coba-coba dan lama-lama ketagihan. Baru dua kali saya mencuri motor di Tangsel dan Bogor,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
To Top