Connect with us

Anggi Penderita Tumor Ganas Butuh Bantuan

Serpong

Anggi Penderita Tumor Ganas Butuh Bantuan

anggi_gg_swadaya_ciater_serpong18.143.23.153- Anggi Nurma Sita Sari, warga Gang Swadaya RT 03 RW 03 Nomor 86, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kini hanya bisa pasrah atas penyakit tumor ganas yang dideritanya.

Sebab tim kedokteran dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, sudah angkat tangan. “Udah banyak hutang ke sudara-sudara dan tetangga untuk biaya pengobatan,” lirihnya ditemui wartawan, Kamis (09/10/2014)M.

Anggi menceritakan, penyakit tumor ini berawal pada 2006 silam, saat dirinya melahirkan anak pertamanya, yakni Revan Adif Firdaus (7). Ketika itu ia merasa bagian rahang dan lehernya pegal seperti keseleo. Akhirnya dipanggilah tukang urut tradisional.

“Kok bukannya membaik malah ada benjolan tumbuh,” katanya. Anggi bilang, mulai medio 2009 hingga Februari 2012 dirinya rutin memeriksakan penyakitnya tahap awal hingga CT scan.

Ia merasa seperti tersambar petir, setelah mendengar vonis dokter yang menyatakan dirinya terkena tumor ganas. Namun, dokter mengaku sudah tidak bisa lagi melakukan operasi karena kondisi tumor yang semakin membesar sudah sampai stadium 4.

“Saya kaget pas divonis tumor ganas stadium tinggi. Enggak nyangka karena keluarga tidak ada yang kena penyakit tersebut, saya lalu berpikir gara-gara urut akhirnya saya merasakan seperti ini,” ujarnya.

Anggi yang dulu memiliki wajah cantik kini berubah total. Sekarang bagian mata dan muka bagian kirinya membesar. Meski begitu Anggi terus mensyukuri hidup karena masih diberikan waktu lebih lama lagi untuk menjaga kedua buah hatinya yang masih kecil.

Anggi divonis usianya tinggal dua tahun lagi oleh dokter RSCM. Bila dilakukan operasi kemungkinan efek terbesar adalah terjadinya pendarahan sehingga ia tak lagi punya harapan hidup.

“Saya divonis dokter, hanya sampai dua tahun lagi bisa hidup. Namun Tuhan berkata lain, tahun ketiga saya masih diberikan nafas dan hidup untuk melihat tumbuh kembang kedua anak saya yang masih kecil-kecil,” tambah Anggi.

Dia menceritakan, selama ini jika dia merasakan sakit, dia hanya minum obat penghilang rasa sakit. “Saya kumat sakit  yah dibawa santai aja. Mungkin inilah yang membuat Tuhan, masih memberikan saya hidup lebih lama lagi dari vonis dokter yang diberikan kepada saya,” jelas istri petugas keamanan itu.

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top