Connect with us

IDI: Pemkot Tangsel Langgar Aturan

Info Tangsel

IDI: Pemkot Tangsel Langgar Aturan

ikatan-dokter-indonesia18.143.23.153- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang mengakui banyak pelanggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terkait manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) setempat.

Ketua IDI Cabang Tangerang dr Jasarito mengatakan, setidaknya ada dua pelanggaran Undang Undang atau Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) yang dilakukan Pemkot. Di antaranya soal transfer knowledge yang dilakukan dokter asing ke tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut, belum lama ini.

Dalam mempersilahkan dokter asing masuk ke Indonesia, jelas dr Jasarito, hanya ada tiga pintu masuk yang boleh dilalui.

Pertama, dokter asing hanya boleh memberikan ilmunya di rumah sakit pendidikan, seperti di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM). Kedua, harus bekerjasama dengan organisasi keprofesian dokter resmi di Indonesia, IDI atau anak perhimpunan spesialisnya.

“Terakhir, dokter asing bisa masuk ke Indonesia bila terjadi bencana alam. Keseluruhan aktifitas dokter asing ini juga harus dipantau oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI),” terangnya, Minggu (22/9).

IDI, ujar dia, juga menyesalkan RSU dipimpin oleh seseorang yang bukan dari tenaga medis yang mumpuni di bidang perumahsakitan. Hal ini sesuai dengan Permenkes Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

“Prinsipnya, teman-teman di sana (dokter RSU) ingin meluruskan praktik tenaga medis harus sesuai undang-undang yang berlaku. Kami dari IDI mendukung apa yang dilakukan mereka,” tegas dr Jasarito.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Dudung E Diredja mengakui kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) membuat Pemkot Tangsel memutuskan untuk memilih Direktur RSU di luar kalangan dokter atau medis. “Kita masih kekurangan SDM pada waktu itu, sekarang kita evaluasi dan dalam waktu dekat akan ada pergantian,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang mengatakan, diangkatnya Neng Ulfa sebagai direktur RSU bukanlah tanpa alasan dan klarifikasi yang jelas. Meski bukan dari kalangan medis, Neng Ulfta dinilai mampu menguasai pengelolaan perumahsakitam. “Seperti pengadaan barang dan jasa dan penanganan terhardap masyarakat,” ujarnya.

Perlu diingat kembali, lanjutnya, RSU Tangsel masih pada tahap pembangunan. Bila tahapan ini Dadang menjamin, kepemimpinan rumah sakit akan diserahkan kepada tenaga medis yang memahami perumahsakitan. “Mohon sabar, suatu saat akan diganti,” pungkasnya. (sumber: tangselpos)

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
To Top