Connect with us

TangselOke

Ketua PP Muhammadiyah Kutuk Keras Perang yang Tewaskan WNI, Sebut Ada Unsur Neo-Kolonialisme

INDONESIA OKE

Ketua PP Muhammadiyah Kutuk Keras Perang yang Tewaskan WNI, Sebut Ada Unsur Neo-Kolonialisme

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Nashir, menyampaikan kecaman keras terhadap konflik bersenjata yang dinilai telah mengorbankan warga negara Indonesia, termasuk dari kalangan Muhammadiyah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (31/03/2026).

“Kami dari Muhammadiyah mengutuk keras atas peristiwa genosida serta neo-kolonialisme yang dilakukan oleh Amerika dan Israel, sehingga mengakibatkan warga kita Indonesia, secara khusus warga Muhammadiyah, meninggal dunia atas perang tersebut,” tegas Haidar Nashir dalam sambutannya.

Ia menilai, konflik yang terjadi bukan sekadar perang biasa, melainkan telah melampaui batas kemanusiaan karena menimbulkan korban sipil, termasuk warga Indonesia yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Lebih lanjut, Haidar menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkomitmen untuk terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret menghentikan kekerasan serta melindungi warga sipil dari dampak perang.

“Kami menyerukan kepada dunia internasional agar tidak tinggal diam. Harus ada upaya serius untuk menghentikan agresi dan memastikan perlindungan bagi seluruh warga sipil tanpa terkecuali,” lanjutnya.

Momentum Idul Fitri, menurutnya, seharusnya menjadi titik refleksi bagi seluruh pihak untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian, bukan justru mempertajam konflik yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Acara Silaturahmi Idul Fitri tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta civitas akademika UMJ, yang turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Editor: Hary

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top