Edukasi
STIKes Banten Gelar Edukasi Kesehatan di Berbagai Wilayah
Tangerang Selatan — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Banten menggelar rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini difokuskan pada edukasi kesehatan terpadu guna meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku hidup sehat di berbagai lingkungan masyarakat.
Dalam aksi sosial tersebut, masyarakat dibekali dengan materi kesehatan esensial seperti pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) untuk situasi darurat, edukasi pembatasan waktu gadget bagi anak, serta praktik menyikat gigi yang benar sejak usia dini.
Simulasi dan praktik langsung penanganan pertama Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) menggunakan manekin kepada warga setempat
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara maraton di wilayah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, hingga Kabupaten Bogor, diantaranya SMK Bina Putra Mandiri, Desa Ciater Barat RW 01, Rawa Buntu RT 05/RW 02, Perumahan Griya Sarana BSD Blok C23A, Kampung Curug Serpong RT 006/RW 004, Perumahan Villa Tatira Tigaraksa, serta Perumahan Griya Cimangir Gunung Sindur.
Dosen Keperawatan STIKes Banten, Ns. Desi Rusiana Alfiani, MKM., M.Kep., menekankan akan pentingnya kontribusi nyata dunia akademik bagi publik melalui aksi nyata ini.
“Sebagai dosen, saya meyakini bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ucap Desi, Sabtu (27/6/26).
Oleh karenanya, lanjut ia, program ini memang dirancang khusus agar materi yang disampaikan tidak menjadi teori semata melainkan aplikatif.
“Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, saya dan mahasiswa berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Tim Pengabdian Masyarakat STIKes Banten, Dosen Keperawatan Ns. Desi Rusiana Alfiani, MKM., M.Kep., (tengah kerudung hitam, baju batik)
Desi mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi respons positif yang ditunjukkan oleh warga di sepanjang jalannya program tersebut. Sebab, meskipun karakteristik masyarakat di setiap lokasi berbeda-beda, warga menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
“Hal yang paling membahagiakan bagi kami bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga melihat peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung praktik yang diberikan,” ungkapnya.
Desi juga menyatakan bahwa partisipasi aktif ini menjadi sinyal yang baik bagi perkembangan tingkat kesadaran kesehatan di tingkat keluarga.
“Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengetahuan kesehatan sebagai bekal untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tutupnya.
Program ini pun mendapat respon positif dari warga setempat. Harti, salah seorang warga yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa materi edukasi yang mereka terima sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari warga.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Desi selaku dosen dan mahasiswa STIKes Banten, yang telah memberikan edukasi yang aplikatif, komunikatif, dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Harti berharap agar pihak perguruan tinggi bersedia untuk menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin ke depannya.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat,” pungkasnya.
