Connect with us

Ratusan Pentolan Aktivis 98 Gelar Pertemuan, KRL-KKN Resmi Dibentuk

INDONESIA OKE

Ratusan Pentolan Aktivis 98 Gelar Pertemuan, KRL-KKN Resmi Dibentuk

Seratus pentolan aktivis 98 dari berbagai profesi bersama rakyat korban tambang, buruh, dan sejumlah pemimpin mahasiswa generasi Z dari kampus se-jabodetabek, berkumpul melakukan temu kangen dan musyawarah bersama membicarakan kondisi negara saat ini di Gedung Djoang 45 Jakarta.

Pertemuan ini dihadiri pentolan aktivis utama 98 diantaranya Ubedilah Badrun, Bungas T. Fernando Duling, Yusuf Blegur, Anton Aritonang, Henry Basel, Edysa Girsang, Apek Saiman, Jaya, Hersyam, Nanang Djamaludin, Syahrul Efendi Dasopang, Mariko, Agus Rihat Manalu, Agung, Boim, Gunawan,Ma’ruf AB, Azwar, Fuad Adnan, dan lain-lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka menilai pemerintahan saat ini diliputi praktek KKN ( Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Praktek kotor ini dilakukan secara sistemik, vulgar, dan masif. Mereka juga menyebut korupsi di Indonesia sudah menjadi kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Pentolan aktivis utama 98 Ubedilah Badrun mengucapkan akan pentingnya terus menjaga semangat melawan KKN. Pasalnya, ada silent majority masyarakat kita yang memiliki semangat melawan KKN, apalagi generasi milenial dan generasi Z saat ini.

“Hasil riset menunjukan ada 83 persen pemuda di seluruh dunia membenci Korupsi. Oleh karenanya, semangat memberantas KKN ini harus diinisiasi sebagai upaya yang tak kenal lelah untuk menghadirkan good governance dan clean government di negeri ini,” ujarnya dalam Musyawarah Aktivis 98, Sabtu (26/2/2022).

Dilain sisi, Bungas Fernando Duling menyambut kehadiran KRL-KKN. Dia juga mengatakan bahwa suatu entitas penting baru ini, terbuka untuk semua komponen bangsa yang menghendaki bangsa ini maju tanpa KKN.

“Puji syukur akhirnya kita menyepakati bersama rakyat dan dari berbagai profesi untuk malam ini secara sah terbentuk Komite Rakyat Lawan KKN atau KRL-KKN,” ujar Bungas Fernando Duling yang biasa disapa Nando.

Sementara, Yusuf Blegur mengatakan bahwa pentingnya semangat konsolidasi ini demi menyelamatkan Indonesia dari kehancuran akibat praktek KKN yang merajalela.

“KKN ini sudah parah, konsolidasi harus dilakukan karena bangsa ini hanya akan menjadi besar jika KKN diberantas dari republik ini,” tegasnya.

Penegasan perlawanan senada dikemukakan oleh Anton Aritonang. Menurutnya, semangat perlawanan terhadap KKN ini mesti digaungkan bersama, karena KKN ini sudah semakin parah.

Oleh karena itu, koalisinya kami pilih dengan nama Komite Rakyat Lawan KKN,” singkatnya.

Selain itu, Edysa Girsang juga meyakini bahwa KKN ini memang harus dilawan, karena dibalik KKN ada oligarki yang jahat.

“Jahatnya adalah KKN ini wajah oligarki saat ini. Merekalah yang secara vulgar terlibat dan menyuburkan KKN,” tukasnya.

Adapun pentolan aktivis 98 lainnya, Apek Saiman mengungkapkan bahwa keberadaan KRL-KKN ini sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh aktivis 98 yang punya tanggungjawab moral sejarah, tetapi juga oleh rakyat dan negara ini.

“KRL-KKN ini harus ada, karena yang menghendaki bukan hanya kita tetapi rakyat dan negara. Kang Ubedilah Badrun sudah mengambil jalan penuh resiko mengambil elan vital kehendak rakyat berantas KKN, beliau inspirasi sekaligus pemimpin kita semua untuk melawan praktek KKN yang merusak negara ini,” tutupnya.

Diketahui, pertemuan ini berlangsung cukup lama dari pukul 15.30-21.30. Para pentolan aktivis 98 yang ketika peristiwa reformasi menjadi Ketua Senat mahasiswa dan pemimpin simpul-simpul gerakan yang menduduki gedung DPR/MPR ini, akhirnya bersepakat bersama rakyat, buruh, petani dan berbagai profesi lainya membentuk Komite Rakyat Lawan KKN (KRL-KKN).

Musyawarah ini sendiri dipimpin Fernando Duling, Yusuf Blegur, Anton Aritinang dan Apek Saiman. (Red/Iwan)

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top