Connect with us

TangselOke

Di Rumah 3×4 Meter Itu, Harapan Amsiah Kembali Dibangun

Info SKPD

Di Rumah 3×4 Meter Itu, Harapan Amsiah Kembali Dibangun

Tangerang, Pagi itu, rumah kecil berukuran sekitar 3×4 meter di Kampung Cicayur, Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang, tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa warga berkumpul di halaman sempit rumah milik Amsiah (76), seorang lansia yang selama ini hidup seorang diri.

Di tempat sederhana itulah, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, datang untuk menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rabu (4/3/2026).

Bantuan sebesar Rp25 juta yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Banten itu diharapkan dapat mengubah rumah sederhana Amsiah menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Dimyati berpesan agar bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh Amsiah.

“Uangnya dipakai semua untuk memperbaiki rumah. Nanti dibantu juga oleh warga dan diawasi bersama,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah desa serta warga sekitar untuk turut membantu proses pembangunan hingga selesai.

“Kalau bisa gotong royong. Kita bantu bersama sampai rumahnya benar-benar layak,” kata Dimyati.

Hidup Sendiri di Usia Senja

Amsiah telah lama menjalani hari-harinya seorang diri. Rumah kecil yang ditempatinya berdiri di atas sepetak tanah yang dibeli dari uang warisan sebesar Rp20 juta.

Ketua RT setempat, Bajuri, menceritakan bahwa rumah yang kini ditempati Amsiah sebenarnya dibangun secara swadaya oleh warga.

“Setelah ada tanahnya, rumahnya kami bangun bersama-sama secara gotong royong,” ujarnya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Amsiah tetap berusaha mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan minyak keliling dari kampung ke kampung. Kadang, ia juga memungut barang-barang rongsokan untuk dijual kembali.

Namun di usia yang tak lagi muda, langkahnya tentu tidak selalu mudah.

Beruntung, kepedulian warga sekitar sering kali menjadi penopang kehidupannya.

“Kadang warga ada yang kirim makanan ke rumah. Ada yang setiap hari, ada juga yang seminggu sekali,” kata Bajuri.

Perhatian Untuk Keluarga

Selain membantu renovasi rumah Amsiah, Dimyati juga menyalurkan bantuan kepada putranya, Ahmad Rizal (38), sebesar Rp5 juta sebagai modal usaha.

Di lokasi yang sama, bantuan juga diberikan untuk rumah ibadah di sekitar kampung tersebut, masing-masing Rp10 juta untuk masjid dan Rp5 juta untuk musala.

Bagi Rizal, perhatian pemerintah kepada ibunya menjadi kabar yang sangat berarti.

Ia mengaku selama ini ibunya hidup sendiri setelah anak-anaknya berkeluarga dan tinggal di tempat yang berbeda.

“Memang kebanyakan tinggalnya jauh. Saya yang paling dekat,” katanya.

Namun dengan penghasilan yang pas-pasan untuk kebutuhan keluarga, Rizal mengaku tidak selalu bisa membantu ibunya secara rutin.

“Kadang seminggu sekali baru bisa nengok ibu,” ujarnya.

Kini, dengan bantuan renovasi rumah tersebut, harapan baru mulai tumbuh di rumah kecil Amsiah. Bukan hanya tentang bangunan yang akan diperbaiki, tetapi juga tentang perhatian dan kepedulian yang membuatnya tidak lagi merasa sendirian di usia senja.

Editor : Hary

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top