Connect with us

TangselOke

Strategi 4K Digenjot, Pemprov Banten Amankan Harga Pangan Jelang Ramadan

BANTEN OKE

Strategi 4K Digenjot, Pemprov Banten Amankan Harga Pangan Jelang Ramadan

KOTA SERANG – Pemerintah Provinsi Banten bersama Bank Indonesia memperkuat strategi pengendalian inflasi berbasis 4K menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Fokusnya memastikan harga tetap terjangkau, pasokan tersedia, distribusi lancar, dan komunikasi publik efektif.

Komitmen itu disampaikan Andra usai memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang, Rabu (11/2/2026). Rapat tersebut difokuskan pada penguatan sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi tekanan inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Memasuki Ramadan dan Idul Fitri, kami memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga dengan baik, bahkan berada di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah,” ujar Andra.

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah Banten. Menurutnya, jangan sampai terjadi gejolak harga yang membebani masyarakat saat daya beli tengah meningkat.

“Distribusi harus lancar dan stok tersedia. Ini menjadi tugas bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Banten bersama TPID akan menggelar pasar murah, memperkuat operasi pasar, serta memastikan distribusi komoditas strategis berjalan optimal. Kolaborasi dilakukan dengan pemerintah kabupaten/kota, BUMD pangan, pelaku usaha, serta instansi vertikal.

Selain itu, Andra memastikan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar guna memantau kondisi harga dan pasokan. Pemprov juga menindaklanjuti hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) terkait dinamika harga di daerah produsen.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa menjelaskan, secara historis Ramadan dan Idul Fitri selalu memicu kenaikan tekanan harga akibat lonjakan permintaan. Dalam tiga tahun terakhir, komoditas yang konsisten menyumbang inflasi antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, daging unggas, angkutan antarkota, serta emas perhiasan.

Dari sisi ketersediaan, neraca pangan Banten tahun 2026 diproyeksikan surplus beras sekitar 58 ribu ton. Puncak panen diperkirakan terjadi pada Februari hingga Maret, bertepatan dengan periode HBKN.

Namun demikian, struktur wilayah Banten yang terdiri atas daerah produksi dan konsumsi menjadi tantangan tersendiri. Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon merupakan wilayah konsumsi utama, sedangkan sentra produksi berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang.

Menghadapi kondisi tersebut, BI bersama pemerintah melalui TPID memperkuat strategi pengendalian inflasi berbasis kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah yang ditempuh meliputi intensifikasi operasi pasar dan gerakan pangan murah, penguatan pemantauan harga bersama Satgas Pangan, memastikan kecukupan stok di gudang dan ritel, serta menjamin kelancaran distribusi melalui dukungan armada dan infrastruktur pendukung.

Editor: Hary

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top