Connect with us

TangselOke

Dari Warung Kecil ke Harapan Besar: Koperasi Merah Putih Lahirkan Optimisme Baru di Kademangan

Info Tangsel

Dari Warung Kecil ke Harapan Besar: Koperasi Merah Putih Lahirkan Optimisme Baru di Kademangan

Pagi itu, Siti Aminah (38) berdiri di depan warung kecilnya di Kelurahan Kademangan. Sudah hampir lima tahun ia berjualan kebutuhan pokok dan camilan rumahan. Namun, persaingan dengan minimarket modern dan naik-turunnya harga barang kerap membuat usahanya terseok.

“Kadang untungnya tipis sekali. Kalau harga naik, pembeli berkurang,” ujarnya pelan.

Ketika mendengar akan dibentuk Koperasi Merah Putih di lingkungannya, Siti termasuk warga yang langsung tertarik. Baginya, koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam, tetapi peluang untuk mendapatkan harga barang lebih stabil dan akses pasar yang lebih luas.

Harapan itu mulai menemukan bentuk saat Koperasi Merah Putih resmi dibuka di sebuah gerai sederhana yang kini difungsikan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan produk UMKM warga.

Peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Struktur kepengurusan diumumkan secara terbuka: Syahrudin Ebeg sebagai Ketua, Yuda Nurohman sebagai Sekretaris, dan Jahidi Dumyati sebagai Bendahara. Wakil Ketua Bidang Usaha dipercayakan kepada El Hayati. Sementara Jhon Kenedy dan Taryono hadir sebagai investor yang memperkuat permodalan koperasi.

Ketua Koperasi, Syahrudin Ebeg, menegaskan bahwa koperasi ini lahir dari semangat gotong royong.

“Ini bukan sekadar usaha. Ini motivasi dalam bentuk gerakan kebersamaan. Kita ingin kuat karena bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Bagi Siti, kalimat itu terasa relevan. Selama ini, para pelaku usaha kecil di lingkungannya berjalan sendiri. Jika stok habis, ia harus membeli dengan harga eceran. Jika penjualan sepi, tak ada ruang berbagi strategi.

Investor Jhon Kenedy menekankan pentingnya soliditas warga dalam membangun ekonomi lokal.

“Kerja bersama dan maju bersama-sama. Kalau kita kompak, ekonomi di kelurahan ini akan tumbuh,” katanya.

Sekretaris Koperasi, Yuda Nurohman, berharap Koperasi Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih kompetitif, koperasi juga membuka ruang pemasaran bagi produk usaha warga.

Taryono menambahkan pesan sederhana tentang konsistensi.

“Jalanin, tekunin, dan nikmati. Usaha itu proses. Kalau ditekuni, hasil akan mengikuti,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Usaha, El Hayati, melihat koperasi sebagai rumah bersama bagi UMKM.

“Kita ingin pelaku usaha kecil punya wadah. Tempat saling menguatkan,” katanya.

Bendahara Jahidi Dumyati bahkan menyoroti peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan koperasi.

“Anak muda harus jadi role model dalam kemajuan ekonomi lokal. Ini ruang pembuktian,” ucapnya.

Bagi Siti dan warga lain, koperasi ini bukan sekadar struktur organisasi dengan ketua dan bendahara. Ia adalah harapan baru—agar warung kecil tetap bertahan, agar produk rumahan punya tempat dipasarkan, dan agar ekonomi kelurahan bergerak dari dalam.

Di tengah gempuran pasar modern, Koperasi Merah Putih Kademangan mencoba menghadirkan kembali semangat lama yang kini terasa baru: gotong royong sebagai fondasi ekonomi. Dari warung kecil dan gerai sederhana itu, optimisme tumbuh pelan—namun pasti.

Editor : Hary

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Exit mobile version