Info Tangsel
Curah Hujan Ekstrem Picu Insiden Turap Ambruk di Pamulang, Narra Village Fokus Keselamatan Warga
TANGSEL — Pengembang perumahan Narra Village, selaku pemilik turap setinggi kurang lebih 5 meter yang ambruk ke kawasan Cluster Harmonia, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, akhirnya angkat bicara. Pihak pengembang menjelaskan, peristiwa tersebut dipicu curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur beberapa hari sebelum kejadian.
Kepala Bagian Pemasaran Narra Village, Baby Rachma, menyatakan pihaknya turut prihatin atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pengembang.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini dan fokus utama kami adalah keselamatan warga. Saat kejadian curah hujan sangat tinggi dan terdapat aliran air yang masuk ke area tanah sehingga meningkatkan tekanan yang berlebihan,” ujar Baby, Jumat, (30/1/2026).
Ia menegaskan sejak kejadian, pengembang langsung melakukan langkah penanganan darurat di lokasi. Termasuk pengamanan area terdampak serta koordinasi dengan warga. Termasuk pengurus RT dan RW serta pihak-pihak terkait lain seperti kelurahan dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangsel.
“Saat ini evaluasi teknis sedang berjalan untuk menentukan solusi permanen kedepannya, karena ini menyangkut keselamatan warga,” tambahnya.
Baby menambahkan, turap atau dinding penahan tanah yang ambruk dibangun berdasarkan desain teknis dan data lapangan yang telah dikaji oleh tim teknis. Namun demikian, pihak pengembang memilih tidak mengambil kesimpulan dini terkait penyebab ambruknya struktur tersebut.
“Tim teknis kami masih melakukan pengecekan dan evaluasi di lokasi untuk memastikan penyebabnya secara objektif. Kami tidak akan membuat kesimpulan prematur. Semua keputusan perbaikan akan mengacu pada kajian teknis dan mengedepankan keamanan warga,” tegas ia.
Terkait metode pekerjaan, termasuk urutan pelaksanaan dan posisi tiang pancang. Di mana hal itu sempat menjadi sorotan dipastikan seluruh proses awal pembangunan telah mengikuti metode pelaksanaan yang ditetapkan berdasarkan kondisi lapangan.
“Saat ini struktur eksisting sedang dievaluasi, termasuk opsi penguatan yang paling aman. Jika diperlukan penyesuaian metode atau penambahan elemen penguatan. Itu akan diputuskan berdasarkan rekomendasi teknis,” jelasnya.
Pengembang juga merespons masukan warga yang mengusulkan desain ulang turap dengan konsep terasering. Menurut Baby, masukan tersebut menjadi perhatian. Namun keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.
“Kami menghargai masukan warga. Namun desain akhir, apakah terasering atau opsi lainnya, harus dikaji oleh tim engineer karena menyangkut stabilitas lereng, beban tanah, jalur air dan faktor keselamatan. Prinsip kami masukan warga kami dengarkan, tetapi keputusan desain tetap berdasarkan rekomendasi teknis,” ujarnya.
Ia menekankan, sistem drainase menjadi faktor krusial dalam peristiwa ini karena berkaitan langsung dengan tekanan air dan kestabilan tanah. Oleh karena itu, penguatan drainase akan menjadi bagian penting dalam penanganan permanen.
“Saat ini tim teknis sedang memetakan aliran air, kapasitas saluran dan kondisi lapangan. Dalam solusi permanen nanti, sistem drainase akan diperkuat agar aliran air lebih terkendali dan risiko kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Baby.
Sebelumnya, diberitakan, dua unit rumah dan satu areal sumur warga Cluster Harmonia RW 17 RT 03 Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel tertimpa turap milik Cluster Naraya. Turap roboh akibat curah hujan tinggi ditambah lagi rancangan kontruksi kurang ideal menjadi faktor utama, Selasa (27/1/2026).
Warga RW 17 RT 03, Tarmizi mengatakan insiden robohnya turap tersebut terjadi pada Kamis, (22/1/2026) pukul 10.00 WIB. Turap itu berlokasi di atas Cluster Harmonia yang berbatasan langsung dengan Cluster Naraya. Akibat kejadian itu membuat keluarganya trauma serta warga di sekitar mengalami hal yang sama.(Adt)
“Anak-anak sampai kami ungsikan ke rumah mertua, karena mereka ketakutan dan ada rasa trauma akibat kejadian ini,” ujarnya.
