Info Tangsel
KNPI Tangsel Turun ke Sekitar TPA Cipeucang, Serap Keluhan Warga Lewat Aksi Sosial
Tangerang Selatan – Persoalan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang masih menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar. Kondisi tersebut mendorong Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Tangerang Selatan bersama DPK KNPI Serpong menggelar kegiatan sosial bertajuk Aksi Jumat Berkah di Kaki Gunung Sampah, Jumat (19/12/2025), di Kampung Nambo dan Kampung Curug, Kecamatan Serpong.
Pantauan di lokasi, bau menyengat dari tumpukan sampah masih terasa hingga ke permukiman warga. Sejumlah warga terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dalam kegiatan tersebut, KNPI membagikan masker serta makanan sehat gratis kepada masyarakat yang terdampak langsung.
Namun, aksi ini tidak hanya difokuskan pada bantuan kemanusiaan. Kehadiran pemuda juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengingat kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah di TPA Cipeucang.
Siti Rohayati, warga setempat, mengaku dampak paling dirasakan adalah gangguan kesehatan, khususnya pada pernapasan. Menurutnya, kondisi udara yang tercemar kerap membuat warga merasa tidak nyaman, terutama anak-anak.
“Harapannya masalah ini bisa cepat diatasi. Warga sudah cukup merasakan dampaknya, mulai dari sesak napas sampai anak-anak sering batuk,” kata Siti saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, TPA Cipeucang merupakan lokasi pembuangan sampah dari seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius dan tidak hanya sebatas wacana. Meski pemeriksaan kesehatan rutin dua pekan sekali sudah berjalan, warga ingin layanan tersebut terus dilakukan hingga persoalan utama pengelolaan sampah benar-benar terselesaikan.
Sekretaris Umum DPD KNPI Tangsel, Chalid Mawardi, menilai kondisi di sekitar TPA Cipeucang sudah masuk kategori darurat. Ia menegaskan, aksi yang dilakukan KNPI merupakan bentuk dorongan moral agar pemerintah segera merespons dengan langkah nyata.
“Ini sudah butuh reaksi cepat dan penanganan yang tepat. Warga menunggu solusi konkret, bukan sekadar pernyataan atau janji,” tegas Chalid.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada urusan birokrasi. Dibutuhkan kesadaran bersama serta sistem pengelolaan yang lebih modern agar persoalan serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat sekitar TPA.
Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari kepedulian pemuda tanpa campur tangan elite. Ia menyebut kehadiran KNPI sebagai bentuk empati kepada warga yang selama ini menanggung dampak dari pengelolaan TPA yang belum maksimal.
“Kami datang sebagai anak yang berkunjung ke rumah orang tua, yakni warga. Pemberian bunga menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang kami kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.
Ia juga menyinggung rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang akan melibatkan warga dalam satuan tugas pengelolaan sampah. Sulistyawan berharap anggaran yang disiapkan dapat dikelola secara transparan dan tidak disalahgunakan. Ia turut mengajak warga untuk aktif mengawal kebijakan tersebut serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kecamatan KNPI Serpong, Ibnu, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan integritas pejabat publik dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat terjaga jika kebijakan dijalankan secara jujur dan akuntabel.
Dalam aksi tersebut, KNPI juga membuka kotak aspirasi bagi warga. Kotak itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan kegelisahan mereka terkait kondisi TPA Cipeucang. Seluruh aspirasi yang terkumpul rencananya akan disampaikan kepada pemangku kebijakan di Kota Tangerang Selatan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.(Adt/Rls)
